TBS Kelapa Sawit Berangsur Pulih, Menteri Pantau Selama
Gambar atau konten salah?
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyatakan bahwa harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani sedang berangsur-angsur pulih setelah sempat turun akibat pengumuman aturan ekspor melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).
Perbaikan harga ini terjadi setelah Kementan meminta semua perusahaan di sektor sawit untuk kembali menaikkan harga beli TBS ke rentang normal, yakni Rp 3.200 sampai Rp 3.600 per kilogram, tergantung daerah sesuai dengan Peraturan Gubernur. Dalam konferensi pers di kantor Kementan Jakarta Selatan, Rabu (17 Juni 2026), Amran mengungkapkan, “Sudah 80, 85, mungkin 90% (perusahaan) sudah menaikkan (harga TBS). Tetapi yang belum naik, tetap kita telusuri bersama Satgas.”
Menurut data yang disampaikan, masih tersisa 130 perusahaan dari total 1.900 perusahaan di sektor sawit yang belum melakukan penyesuaian harga TBS. Angka ini turun signifikan dibandingkan pekan lalu, ketika masih ada 274 perusahaan yang belum menaikkan harga. “Jadi tinggal sedikit dari 1.900 perusahaan. Jadi sekarang tinggal 130-an perusahaan yang belum menaikkan, yang lainnya sudah naik. Tapi tetap kita monitor. Bukan saja naik lalu turun kembali, tidak. Kita monitor seluruh Indonesia,” tuturnya.
Amran sebelumnya telah menyatakan akan menindak tegas perusahaan-perusahaan yang belum menaikkan harga beli TBS kelapa sawit di tingkat petani sesuai harga semula. Ia menekankan bahwa seharusnya harga TBS masuk dalam tren kenaikan seiring penguatan harga minyak sawit (CPO) global. Selain itu, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang kini berada di atas Rp 18.000 per US$ seharusnya turut mendorong kenaikan harga. “Ini ada anomali, di saat ini harga harusnya naik bukan turun. Kenapa? Karena nilai dolar selisih (sudah naik) 10%. Ya harus naik, tidak ada alasan turun. Kenapa turun? Kami tanya, tidak ada yang bisa jawab. Oke kita sepakat semua, tidak ada satupun yang menolak. Ketua asosiasi, perusahaannya hadir, pengusahanya hadir, eksportirnya hadir, semua sepakat harga kembali seperti semula,” ujarnya.
Dalam rapat terkait harga TBS bersama pengusaha dan petani di Kantor Kementan Jakarta Selatan, Senin (8 Juni 2026), Amran menegaskan, “Harusnya (harga TBS) naik 10% daripada harga sebelumnya. Karena ada selisih. Nilai dolar sekarang Rp 18 ribu. Harusnya momentum ini, kesempatan ini, sektor pertanian, kita gunakan dengan baik. Tahun lalu ekspor kita naik Rp 167 triliun,” sambung Amran.
Secara keseluruhan, Menteri Pertanian menegaskan bahwa harga TBS sedang kembali ke kisaran normal, masih ada sedikit perusahaan yang belum menaikkan harga, dan pemerintah akan terus memantau serta menindak tegas pelanggaran. Situasi pasar sawit global dan nilai tukar rupiah menjadi faktor penting yang memengaruhi dinamika harga TBS di Indonesia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Perlinsos Digital: Pemberdayaan Sosial Berbasis AI Nasional
BBM Nonsubsidi Bisa Turun, ESDM Pastikan Penyesuaian
Kerugian Ekonomi Iran Dan AS Akibat Konflik Timur Tengah
Kementan Luncurkan Program Benih Unggul 870 Ribu Hektare
Dudy Pilih Tambah Anggaran Rp20,11 Triliun Tahun 2027
216 BUMN Dipangkas, BP BUMN Fokus Penyederhanaan Tanpa PHK
Berita Terbaru
Rooftop 18 Trans Resort Bali Sajikan Sunset Canapé Michelin
Messi Gol Hattrick, Argentina Menang 4-1 Aljazair, Rekor
Perlinsos Digital: Pemberdayaan Sosial Berbasis AI Nasional
Palembang Fokus Sensus Ekonomi 2026, Wali Kota Beri Komitmen
Halte Titi Banda Gagal, Siapkan Halte Baru untuk TMD
Prof Nasaruddin Umar Dipertimbangkan Jadi Ketua PBNU
Argentina Kalahkan Aljazair 3-0, Messi Cetak Hat-Trick