Teater Inklusif di Gedung Sangkuriang, Cimahi Buka Akses
Gambar atau konten salah?
Pertunjukan teater di Gedung Sangkuriang di Kota Cimahi menampilkan ruang bagi penyandang disabilitas. Pada acara ini, akses yang biasanya terbatas menjadi lebih mudah, memberi kesempatan bagi semua orang untuk menikmati seni.
Inisiatif ini mendukung visi Kota inklusi yang telah lama dijanjikan. Penyandang disabilitas dapat bergerak bebas di ruang yang sebelumnya sulit dijangkau, menandai langkah nyata menuju kota yang lebih terbuka.
Teater musikal yang dihasilkan oleh Masyarakat Teater Cimahi juga mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk berpartisipasi. Kolaborasi ini menambah warna dan keberagaman dalam pertunjukan, sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.
“Ya Hari Teater Dunia ini menjadi langkah nyata bahwa Kota Cimahi berusaha menjadi kota yang inklusif, terbuka buat siapapun. Ada kolaborasi antara Masyarakat Teater Cimahi, kemudian ASN, dan teman tuli,” kata Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, Minggu (12/4/2026).
Acara dipilih dengan tema Cimahi Hepi Berekspresi untuk peringatan Hari Teater Dunia. Tema ini menekankan kebebasan berekspresi bagi semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas.
“Kita ingin tentunya setiap tahun acara apresiasi seni seperti ini selalu terselenggara dengan skala yang lebih besar, lebih banyak lagi yang terlibat,” kata Adhitia.
Adhitia Yudisthira berharap peringatan Hari Teater Dunia di Cimahi tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan. Ia mendorong agar kegiatan serupa terus dikembangkan dengan skala lebih luas dan melibatkan lebih banyak elemen masyarakat.
“Komunitas sudah ada, aktivitas juga sudah berjalan. Tinggal bagaimana ke depan kita menghadirkan venue atau tempat khusus bagi masyarakat seni untuk berkreativitas,” ujar Adhitia.
Pemerintah daerah mengakui aksesibilitas ruang penyelenggaran kegiatan serupa masih sangat terbatas. Tidak banyak tempat yang representatif sebagai panggung ekspresi berkesenian, sehingga masih banyak ruang untuk perbaikan.
“Ke depan, kita ingin Alun-alun Cimahi bisa menjadi ruang ekspresi seni yang hidup, tempat masyarakat berkesenian sekaligus menikmati pertunjukan. Tentunya perizinan dan segala macamnya akan permudah,” kata Adhitia.
Untuk itu, pemerintah mempertimbangkan optimalisasi ruang publik seperti alun-alun sebagai ruang alternatif pertunjukan. Konsep panggung terbuka dapat mendekatkan karya seni dengan masyarakat, menghilangkan jarak antara penonton dan panggung.
Dengan langkah-langkah ini, Kota Cimahi menunjukkan komitmen terhadap inklusi dan pengembangan seni. Rencana penggunaan alun-alun sebagai panggung terbuka menandai upaya nyata untuk membuka ruang seni bagi semua, memperkuat peran seni sebagai jembatan sosial.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Jadwal Sholat Bandung 13 Juni 2026: Imsak 04:26 — Bimas Islam
IJTI Akademi 2026: Pelatihan Media untuk Pelajar Purwakarta
Bapenda Karawang Sosialisasi Opsen PKB & BBNKB 2026 di Kampus
PRIMA Sukaraja & SMART KANG Luncurkan Layanan Publik Bandung
Polri dan Pemerintah Cianjur Gelar Donor Darah Massal
PRIMA Sukaraja & SMART KANG: Pusat Layanan Publik Digital
Berita Terbaru
Surabaya Sabtu 13 Juni: Hujan Ringan, Kelembapan Tinggi
Bosnia 1-0 Kanada, Gol Jovo Lukic Memimpin Babak Pertama
13 Juni 2026: Hari Ala Ayuning Dewasa, Baik Mulai Usaha
Adhyaksa FC Pindah ke Stadion Tuah Pahoe, Palangka Raya
Pemerintah Pertimbangkan Tutup SPPG, Biaya MBG 1 Triliun
Surabaya: Jadwal Salat Sabtu 13 Juni 2026, Imsak 04:07 WIB
Mandalika Speed 2026: Alvin Bahar Target Juara Nasional
Jadwal Sholat Bandung 13 Juni 2026: Imsak 04:26 — Bimas Islam
Parin Sarasmut& Kanyarak Pongpithanon Juara Junior Golf 2026