IJTI Akademi 2026: Pelatihan Media untuk Pelajar Purwakarta

Tika M. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
IJTI Akademi 2026: Pelatihan Media untuk Pelajar Purwakarta

Gambar atau konten salah?

Di kompleks pemerintah kabupaten Purwakarta, suasana yang biasanya tenang berubah menjadi riuh ketika puluhan pelajar dari SMA, SMK, dan MA—dari Purwakarta, Subang, hingga Karawang—membawa semangat belajar yang sama. Mereka berkumpul di satu ruangan untuk memahami dunia media dan komunikasi, menanggapi arus informasi digital yang deras setiap harinya.

Acara ini merupakan IJTI Akademi 2026 yang diselenggarakan oleh Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Purwasuka. Tema yang diusung adalah Membangun Masa Depan Generasi Muda yang Melek Media dan Kritis Terhadap Informasi. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang belajar, tetapi juga wadah bagi generasi muda untuk mengenal lebih dekat profesi jurnalistik, broadcasting, sinematografi, dan public speaking.

Di era di mana informasi mengalir tanpa henti melalui layar ponsel, kemampuan membedakan fakta dan hoaks menjadi kebutuhan yang tak bisa ditawar. Dengan latar belakang tersebut, IJTI Korda Purwasuka berusaha mengadakan pelatihan yang memberikan pengetahuan teknis sekaligus membangun kesadaran kritis di kalangan pelajar.

Dian Firmansyah, ketua IJTI Korda Purwasuka, menilai generasi muda saat ini tumbuh bersama teknologi digital yang perkembangannya begitu pesat. Menurutnya, perlu ada pendampingan agar teknologi tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga alat untuk berkarya dan mengembangkan kemampuan diri. “Kami berbagi hard skill kepada adik-adik pelajar sebagai bentuk tanggung jawab organisasi untuk mendampingi Generasi Z. Di sini mereka belajar memproduksi konten, khususnya berita, sekaligus mengembangkan soft skill yang dimiliki,” ujar Dian pada hari Jumat, 12 Juni 2026.

Pelatihan tersebut tidak hanya berisi penyampaian materi di dalam ruangan. Para peserta diajak merasakan langsung proses produksi berita. Mereka belajar memahami tahapan kerja jurnalistik sekaligus mempraktikkan pembuatan konten berita layaknya para pekerja media profesional.

Beberapa narasumber dari berbagai bidang turut hadir untuk berbagi pengalaman dan wawasan. Di antaranya Muhammad Jazuli, anggota Dewan Pers; Anisha Dasuki, presenter televisi; Ara Haiban Zulkarami, sinematografer; serta Khusnul Latifa, MC profesional. Kehadiran para praktisi ini memberikan gambaran nyata kepada peserta mengenai tantangan dan peluang di dunia media saat ini. Banyak peserta yang aktif bertanya dan berdiskusi, menunjukkan tingginya antusiasme mereka terhadap materi yang diberikan.

Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga datang dari pemerintah kabupaten Purwakarta. Agung Darwis Suriaatmadja, Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Purwakarta, menilai kemampuan memahami informasi secara benar merupakan keterampilan penting yang harus dimiliki generasi muda. “Pemerintah Kabupaten Purwakarta mendukung berbagai program peningkatan literasi digital dan media sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang unggul dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” katanya.

Bagi para peserta, pelatihan tersebut menjadi pengalaman yang membuka wawasan baru. Salah satunya dirasakan oleh Putri Nur Fakhriyani, siswi kelas X SMAN 1 Wanayasa Purwakarta. Selama mengikuti kegiatan, ia mengaku mendapatkan banyak pengetahuan sekaligus pengalaman praktik yang belum pernah dirasakannya sebelumnya. “Workshop kali ini seru banget. Semua pemateri menyampaikan materi dengan menarik dan interaktif, jadi tidak membosankan. Kami juga langsung praktik membuat video berita, sehingga ilmunya bisa langsung diterapkan,” ujarnya.

Putri merasa materi yang disampaikan tidak hanya menarik, tetapi juga sangat dekat dengan aktivitas yang selama ini dijalaninya sebagai pengurus OSIS dan anggota tim IT sekolah. Pengalaman tersebut bahkan membuatnya semakin tertarik untuk mengembangkan kemampuan di bidang komunikasi dan literasi digital. Ia mengaku mulai berencana untuk lebih aktif menulis artikel serta membagikan ilmu yang diperolehnya kepada teman-teman di sekolah. Meski masih sering merasa gugup ketika harus berbicara di depan banyak orang, pelatihan tersebut justru menjadi dorongan untuk terus belajar dan meningkatkan kepercayaan diri. “Saya jadi semakin sadar bahwa dunia digital itu sangat luas. Kita tidak hanya harus bisa berbicara di depan publik, tetapi juga harus bijak menggunakan media sosial dan memahami informasi yang kita terima maupun bagikan,” ucapnya.

Melalui IJTI Akademi 2026, para pelajar tidak hanya diajak mengenal profesi di dunia media. Mereka juga dibekali kemampuan berpikir kritis, memahami etika bermedia, serta mengasah keterampilan komunikasi yang dibutuhkan di masa depan. Di tengah derasnya informasi yang terus mengalir setiap detik, bekal tersebut menjadi modal penting agar generasi muda tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu menjadi penyebar informasi yang cerdas, kreatif, dan bertanggung jawab.

Acara ini menegaskan pentingnya literasi digital bagi generasi muda, sekaligus menyoroti peran pemerintah dan organisasi profesional dalam menyediakan pelatihan yang relevan dengan kebutuhan zaman.

IJTI Akademi 2026literasi digitalmediagenerasi mudapembuat kontenkritis terhadap informasikompetensi jurnalistik

Komentar

Memuat komentar...