Polri dan Pemerintah Cianjur Gelar Donor Darah Massal

Vera T. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Polri dan Pemerintah Cianjur Gelar Donor Darah Massal

Gambar atau konten salah?

Stok darah di Kabupaten Cianjur menipis selama beberapa pekan terakhir. Untuk menanggulangi masalah ini, Polres Cianjur dan Pemerintah Kabupaten Cianjur menggelar aksi donor darah massal. Kegiatan ini bertujuan menjaga pasokan darah agar tetap mencukupi bagi masyarakat.

Tak hanya personel kepolisian yang ikut, aksi ini melibatkan berbagai elemen masyarakat. Pengemudi ojek pangkalan, ojek online, dan warga biasa semua didorong untuk berdonor. Mereka berkumpul di Kota Santri, menambah persediaan darah di Unit Transfusi Darah (UTD).

Di antara ratusan pendaftar, sekitar 160 orang dinyatakan memenuhi syarat. Darah mereka kemudian diambil dan langsung disimpan di UTD. Kegiatan ini berlangsung pada hari Jumat, 12 Juni 2026.

Kapolres Cianjur AKBP A Alexander Yurikho Hadi menjelaskan alasan di balik aksi donor darah ini. “Bertepatan dengan menyambut HUT Bhayangkara, kami menentukan untuk menggelar donor darah. Apalagi informasinya beberapa hari terakhir stoknya sangat minim. Makanya dengan donor darah masal dengan melibatkan masyarakat ini diharapkan stok darah Cianjur bisa aman,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa keterlibatan Polri tidak berhenti di sini. “Tentu tidak hanya hari ini, tapi ke depannya secara rutin anggota diarahkan untuk donor darah, baik yang digelar secara massal maupun ke kantor layanan UTD,” kata Alexander. Ia berharap Polri dapat terus berkontribusi dalam pemenuhan kebutuhan darah di wilayah ini.

Di sisi pemerintahan, Ahmad Rifai, Sekretaris Daerah Kabupaten Cianjur, menyatakan akan menggerakkan seluruh organisasi perangkat daerah. “Segera saya arahkan setiap dinas untuk menggelar donor darah massal. Jangan sampai stok minim dan masyarakat yang membutuhkan kesulitan,” tutur Rifai.

Ia juga menekankan pentingnya sosialisasi. “Tentu harus disosialisasikan lagi, supaya tidak hanya aman di bulan ini stoknya, tapi seterusnya tidak lagi kekurangan,” tambahnya.

Dr. Susilawati, Kepala UTD PMI Kabupaten Cianjur, menyambut baik partisipasi semua pihak. “Utamanya untuk ratusan pasien talasemia yang rutin membutuhkan transfusi. Kami harap kesadaran untuk mendonor lebih meningkat,” pungkasnya.

Situasi krisis ini muncul akibat kurangnya pendonor dalam dua bulan terakhir. Kebutuhan darah harian menjadi sulit dipenuhi, sehingga banyak pasien talasemia tidak mendapatkan transfusi rutin yang vital bagi kelangsungan hidup mereka.

Dengan aksi donor massal ini, diharapkan pasokan darah di Cianjur dapat dipulihkan. Keterlibatan kepolisian, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci untuk menjaga keseimbangan stok darah dan memenuhi kebutuhan pasien yang memerlukan transfusi secara terus-menerus.

Donor DarahCianjurPolresUnit Transfusi DarahTalasemiaStok DarahAksi MassalPemerintah Kabupaten

Komentar

Memuat komentar...