Tes CAT Kopdeskel Terhenti, BKN Berikan Penjelasan Teknis

Kartika D. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 99 dibaca
Bisik.id
Tes CAT Kopdeskel Terhenti, BKN Berikan Penjelasan Teknis

Gambar atau konten salah?

Kopdeskel Kopdeskel Merah Putih menggunakan CAT (Computer Assisted Test) untuk memilih manajer. Namun, beberapa peserta mengeluhkan sistem yang tiba‑tiba mengubah jawaban yang sudah dipilih. Video di media sosial menampilkan seorang peserta yang mengatakan, “Aku baru aja selesai tes kompetensi yang Koperasi Desa dan berharap banyak. Tapi nggak tau kenapa websitenya itu aneh. Kita sudah jawab yang terasa benar, terus jawabannya sudah disimpan, tiba‑tiba pas kita balik kursornya langsung ngeganti jawabannya akan diganti dari apa yang kita pilih.”

Masalah ini menimbulkan kekhawatiran karena banyak peserta yang mengalami hal serupa. Laporan ini memicu perhatian pemerintah, khususnya Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah, yang menyatakan bahwa kementerian telah menerima laporan tersebut dan segera berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN). Dalam konferensi pers di Jakarta Selatan pada 08 Mei 2026, Farida berkata, “Ya memang di media sosial Kementerian Koperasi pasti juga ada laporan hal tersebut.”

Farida menambahkan bahwa proses seleksi dilakukan melalui fasilitas kantor regional BKN di 26 provinsi. Sebagai bagian dari panitia seleksi nasional, pihaknya meminta penjelasan resmi dari BKN mengenai kendala yang dialami peserta. Ia menegaskan, “Kami tentu saja bagian dari panselnas itu mengkoordinasikan tadi yang laporan‑laporan dari media sosial sudah kami koordinasikan dengan BKN dan juga panselnas di bawah PNRB. Hasilnya adalah itu tadi, klarifikasi dan penjelasan dari BKN.”

Farida juga menegaskan bahwa seleksi manajer Kopdeskel tidak menyediakan jalur titipan atau orang dalam. Menurutnya, jika ada pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan uang, maka hal tersebut pasti merupakan penipuan. Ia menambahkan, “Nggak, nggak ada. Seperti yang disampaikan oleh Pak Zulhas dijamin tidak ada titipan. Kalaupun kemudian ada masyarakat yang seolah‑olah ada titipan dengan membayar sekian, sudah pasti itu adalah penipuan.”

Di sisi teknis, Wisudo Putro Nugroho, Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Publik BKN, menjelaskan bahwa BKN menerima sejumlah laporan kendala di lapangan, termasuk keterbatasan waktu dalam menyelesaikan ujian. Ia menyarankan peserta tetap tenang dan tidak mengklik jawaban secara berulang atau terlalu cepat. Menurutnya, setiap jawaban yang sudah diklik dan disimpan otomatis masuk ke basis data sistem.

Wisudo menegaskan bahwa jika jawaban yang tampil di layar tampak berbeda dari pilihan peserta, hal itu bukan berarti sistem mengubah jawaban. Kondisi tersebut disebabkan oleh jeda jaringan ketika akses pengguna sedang tinggi. Ia mengajak peserta untuk tidak panik agar terhindar dari kecenderungan mengklik jawaban secara cepat dan berulang. “Untuk mengatasi hal ini, para peserta diimbau untuk tidak panik agar terhindar dari kecenderungan mengklik jawaban secara cepat dan berulang,” ujarnya.

BKN menyarankan peserta memberi jeda waktu agar sistem dapat memproses jawaban dengan optimal dan menghindari penumpukan beban pengiriman data ke server. Wisudo memastikan infrastruktur sistem CAT yang digunakan telah dirancang untuk mendukung pelaksanaan tes secara serentak dalam skala besar, termasuk dari sisi keamanan selama ujian berlangsung. Ia menegaskan bahwa sistem tersebut telah melalui berbagai pengujian guna menjaga transparansi dan keadilan seleksi.

Ia menambahkan bahwa kemudahan ini juga telah teruji melalui pelaksanaan ujian CAT dalam pengadaan CASN, sehingga peserta cukup memahami mekanisme pengerjaan ujian secara optimal melalui Peraturan BKN Nomor 5 Tahun 2024.

Secara keseluruhan, kendala teknis pada ujian CAT untuk manajer Kopdeskel menimbulkan ketidakpastian bagi peserta. Pemerintah, melalui Farida Farichah dan Wisudo Putro Nugroho, telah menanggapi masalah tersebut dengan koordinasi dan penjelasan teknis. Peserta diimbau untuk tetap tenang, menghindari klik berulang, dan memberi waktu bagi sistem memproses jawaban. Penegasan bahwa tidak ada jalur titipan menegaskan integritas proses seleksi. Dengan penjelasan ini, diharapkan peserta dapat melanjutkan ujian dengan lebih tenang dan sistem dapat beroperasi lebih stabil di masa depan.

CATKopdeskelFarida FarichahBKNpenipuan titipankendala jaringanseleksi manajer

Komentar

Memuat komentar...