Muktamar NU 2026 Digelar di Tambakberas Jombang
Gambar atau konten salah?
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akhirnya memutuskan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas di Jombang, Jawa Timur, sebagai tempat penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU. Acara besar organisasi Islam terbesar di Indonesia ini dijadwalkan berlangsung pada 27 hingga 31 Agustus 2026.
Keputusan ini disambut hangat oleh para ulama di Jawa Timur. Salah satunya adalah Pengasuh Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif Denanyar Jombang, KH Abdussalam Shohib, yang akrab disapa Gus Salam. Menurutnya, Tambakberas adalah pilihan yang paling pas.
"Ini pondok pesantren tertua di Jombang, pantas bila Muktamar NU dilakukan di Tambakberas. Tambakberas itu gurunya Tebu Ireng, gurunya Denanyar," ujar Gus Salam di Surabaya pada Senin, 13 Juli 2026.
Di balik keputusan itu, ternyata ada proses yang tidak sederhana. Gus Salam, yang pernah menjabat sebagai Wakil Ketua PWNU Jawa Timur, mengungkapkan bahwa terjadi perdebatan sengit di internal PBNU sebelum akhirnya Tambakberas dipilih.
"Penunjukan Ponpes Tambakberas saya kira sebuah solusi dari dinamika yang terjadi dalam penentuan tempat maupun waktu Muktamar," katanya.
Menurut informasi yang diterima Gus Salam, hingga malam menjelang pengumuman, ada tiga lokasi yang menjadi kandidat kuat. Ketiganya adalah Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Jakarta. Bahkan, Jakarta sempat menjadi yang terdepan.
"Sebenarnya malam itu yang menguat tiga, Lirboyo, NTB, sama Jakarta. Bahkan menjelang penentuan yang menguat Jakarta," bebernya.
Rapat yang berlangsung dari siang hingga sore tidak kunjung menghasilkan titik terang. Peserta rapat bahkan sempat diskors. Tujuannya untuk memberi ruang komunikasi antara Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf.
"Katanya ada pertemuan khusus antara Rais Aam dan Ketua Umum. Selama dua jam juga belum diputuskan. Bahkan sempat ada wacana penentuannya diperpanjang besok," ungkap Gus Salam.
Peserta rapat, lanjutnya, mendesak agar keputusan diambil malam itu juga. Alasannya, keputusan sudah ditunggu oleh PWNU dan PCNU di seluruh Indonesia. Jika ditunda lagi, dikhawatirkan akan muncul ketidakpercayaan terhadap kelangsungan Muktamar.
Di tengah kebuntuan itulah nama Tambakberas muncul. Keputusan ini mengejutkan banyak pihak, termasuk Gus Salam sendiri. Apalagi, Tambakberas adalah pondok pesantren yang berada di kampung halamannya.
"Pada akhirnya disepakati di Tambakberas dan itu agak surprise juga bagi semua pihak, apalagi saya. Tapi surprise yang menggembirakan. Loh, ini kok di rumah saya," katanya.
Gus Salam menilai keputusan ini sangat tepat. Selain sebagai pesantren tertua di Jombang, Tambakberas memiliki hubungan historis yang kuat dengan kelahiran NU dan perkembangan pesantren besar di kota santri tersebut.
"Tambakberas ini pesantren tertua di Jombang. Berdiri tahun 1825 dan tahun lalu merayakan dua abad. Kalau Tebuireng berdiri tahun 1900, Denanyar tahun 1917. Bahkan Tebuireng dan Denanyar asal-usulnya juga dari Tambakberas," jelasnya.
"Jadi saya kira wajar kalau yang ditunjuk adalah Tambakberas. Sesungguhnya Tebuireng dan Denanyar juga berasal dari Tambakberas. Kami ikut bahagia dan bangga karena Jombang kembali menjadi tuan rumah Muktamar, apalagi di sini juga dimakamkan tiga pendiri NU," imbuhnya.
Menurut Gus Salam, Tambakberas memiliki nilai simbolik yang kuat. Di pesantren inilah pemikiran KH Wahab Hasbullah, salah satu tokoh sentral pendiri NU, lahir dan berkembang. KH Wahab Hasbullah dikenal memiliki semangat pengabdian tanpa pamrih.
"KH Wahab Hasbullah adalah penggerak NU. Beliau dikenal sangat total dalam berjuang, mengorbankan tenaga, waktu, bahkan harta untuk organisasi tanpa pernah mencari keuntungan pribadi. Semangat pengabdian itu yang harus terus diwariskan kepada generasi NU hari ini," pungkasnya.
Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, berharap Muktamar NU menjadi momentum untuk memperkuat persatuan. Ia menekankan bahwa NU saat ini lebih membutuhkan konsolidasi daripada kontestasi.
"Kalau Jawa Timur, bagi saya NU itu butuh untuk konsolidasi, jadi nggak ada yang (namanya) kontestasi, itu kalau bisa kita hindarkan lah," kata Gus Kikin.
Gus Kikin menegaskan bahwa PWNU Jawa Timur berada dalam posisi mendukung persatuan PBNU. Ia mengingatkan agar semua pihak tidak membentuk kubu-kubu baru yang justru akan mempersulit upaya penyatuan.
"Coba penyatuan itulah yang sangat kita butuhkan sekarang. Jadi kalau kita sikapi nanti bikin kubu baru lagi, nanti malah susah untuk menyatukannya," tegasnya.
Pengasuh Ponpes Tebuireng ini meminta semua elemen di tubuh PBNU untuk mengedepankan persatuan dibandingkan berebut jabatan dalam Muktamar mendatang. Ia tidak mendukung aklamasi, tetapi semangat untuk bersatu harus didahulukan.
"Kami tidak (mendukung) aklamasi, tapi semangat-semangat untuk menyatu itu didahulukan dibanding semangat untuk mendapatkan posisi apalagi sebagai ketua (umum). Itu penting, memang sekarang NU kita harus bagaimana menyatu," terangnya.
"PWNU Jatim, sikapnya kalau saya bagaimana NU menyatu, termasuk salah satunya saya menyiapkan roadmap AD/ART NU itu kita siapkan bisa dipahami oleh semua orang terutama warga NU. Bahwa itu dulu di awal pendirian NU digunakan dan mampu menyatukan orang-orang NU, bahkan mampu menyatukan organisasi islam di Indonesia itu penting," tandasnya.
Penunjukan Tambakberas sebagai tuan rumah Muktamar ke-35 NU membawa nuansa historis yang kuat. Pondok pesantren yang sudah berusia dua abad ini menjadi saksi bisu lahirnya tokoh-tokoh besar NU. Keputusan ini juga menunjukkan bahwa PBNU berusaha mencari titik temu di tengah perbedaan pendapat yang sempat memanas. Dengan dipilihnya Tambakberas, Jombang kembali menjadi pusat perhelatan organisasi Islam terbesar di Indonesia, mengingatkan kembali pada peran penting kota santri tersebut dalam sejarah NU.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
56 Ketua RT Desak Wali Kota Kembalikan Jabatan Lurah Tambak Wedi
Kebakaran TPA Pasar Turen, 3 Mobil Damkar Dikerahkan
Disperindag Jatim Perketat Pengawasan Cimory Pasca Vonis
Sopir Logistik Desak Buka Kembali Rute Ketapang-Lembar
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Safar 1448 H Berbeda
Bupati Kediri Larang Siswa SMP Bawa Motor
Berita Terbaru
Muktamar NU 2026 Digelar di Tambakberas Jombang
56 Ketua RT Desak Wali Kota Kembalikan Jabatan Lurah Tambak Wedi
Inggris vs Argentina: Drama Abadi di Piala Dunia
Dari Gagalnya Proyek Mobil Otonom, Apple Lahirkan Jantung Chip AI
Siswa Baru Antusias Jalani MPLS 2026, Ini Kisah Mereka
DPRD Subang Sahkan Raperda APBD 2025
Kebakaran TPA Pasar Turen, 3 Mobil Damkar Dikerahkan
Chelsea Patok Harga Garnacho Rp1,08 Triliun
Inggris Vs Argentina: Duel Raksasa di Semifinal Piala Dunia
QRIS Tembus China, 3 Inovasi RI Mendunia