Tim Cook Mundur, John Ternus Ganti CEO Apple Resmi 2024

Mira T. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 89 dibaca
Bisik.id
Tim Cook Mundur, John Ternus Ganti CEO Apple Resmi 2024

Gambar atau konten salah?

Tim Cook memutuskan untuk mundur dari jabatan CEO Apple setelah hampir 15 tahun memimpin perusahaan. Pengganti yang dipilih adalah John Ternus, yang akan mengambil alih peran yang sebelumnya dipegang oleh Steve Jobs beberapa saat sebelum Jobs meninggal dunia.

Keputusan Cook menimbulkan reaksi luas, termasuk dari Warren Buffett, pemimpin Berkshire Hathaway. Ia mengungkapkan kepada CNBC bahwa "Apple tidak akan menjadi Apple seperti sekarang tanpa Tim Cook." Buffett menambahkan, "Apa yang telah ia lakukan dengan Apple tidak mungkin dilakukan oleh siapa pun yang saya kenal," katanya. Ia juga menegaskan bahwa Apple merupakan kepemilikan terbesar Berkshire Hathaway dan memuji pendekatan Cook yang berorientasi pada konsumen serta memberikan keuntungan besar bagi pemegang saham. “Meliput dunia dan bergaul dengan negara-negara dengan berbagai macam sejarah dan berbuat yang terbaik untuk pelanggan, orang-orang yang bekerja untuknya, dan tentu saja para pemegang saham, yang mana kami cukup beruntung menjadi salah satunya... Dia adalah sosok yang unik,” lanjut Buffett.

CEO OpenAI Sam Altman juga menuliskan kekagumannya terhadap Cook. Ia menyebut Cook sebagai "Legend" dan menulis di X, "Saya sangat berterima kasih atas semua yang telah dia lakukan, dan saya sangat berterima kasih kepada Apple."

Di tahun 2024, Apple setuju untuk mengintegrasikan chatbot ChatGPT dari OpenAI ke dalam produk iPhone, iPad, dan Mac. Langkah ini memberikan akses kepada lebih dari 1 miliar pengguna perusahaan, memperluas jangkauan teknologi AI di ekosistem Apple.

Perubahan kepemimpinan ini menegaskan peran penting Cook dalam membentuk arah strategis Apple. Keputusan ini juga menyoroti bagaimana pemimpin visioner dapat mempengaruhi nilai perusahaan dan inovasi teknologi, sekaligus memperkuat hubungan antara Apple dan pemegang saham global.

Tim CookAppleJohn TernusWarren BuffettBerkshire HathawayOpenAIChatGPT

Komentar

Memuat komentar...