Timnas Bantah Label 'Jago Kandang' Jelang Piala AFF
Gambar atau konten salah?
Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, Sumardji, dengan tegas menyatakan bahwa Timnas Indonesia sudah mengalami perubahan besar. Ia menolak keras anggapan bahwa skuad Garuda hanya jago kandang—sebuah label yang sudah lama melekat.
"Timnas kita ini sudah berbeda. Kalau ditanya ngomong kita jago kandang, ya saya tidak sependapat. Karena jujur saja sekarang ini kan kita sudah mulai berbenah dan menunjukkan progres yang baik," ujar Sumardji saat ditemui di kawasan SCBD, Jakarta, pada Jumat, 03 Juli 2025.
Pernyataan ini sekaligus menegaskan kesiapan tim menjelang Piala AFF. Turnamen sepak bola terbesar di Asia Tenggara itu akan berlangsung mulai 24 Juli hingga 26 Agustus mendatang.
Sumardji mengungkapkan bahwa BTN dan tim kepelatihan yang dipimpin John Herdman bekerja secara intensif setiap hari. Koordinasi berjalan lancar karena mereka berada dalam satu ruangan yang sama.
"BTN dengan tim kepelatihan dengan John Herdman intens (berkoordinasi). Kebetulan sekarang ini pun kami itu satu ruangan. Jadi segala sesuatu yang berkaitan dengan kegiatan-kegiatan untuk mendukung perencanaan Timnas, terutama di (Piala AFF) ini, intens setiap hari dilakukan," jelasnya.
Ia menambahkan, "Jadi kalau ditanya soal kesiapan, persiapan, perencanaan, dan semuanya, selalu kami bersama dan itu sudah kami jalankan. Tinggal kita lihat hasilnya."
Sumardji juga mengungkapkan bahwa evaluasi menyeluruh telah dilakukan. Indonesia nyaris menang di ajang Piala AFF sebanyak enam kali. Skuad Garuda mencatatkan diri sebagai runner up pada tahun 2000, 2002, 2004, 2010, 2016, dan 2020.
"Kalau ditanya evaluasinya dari sekian tahun kita tidak pernah bisa menjuarai, ya banyak. Salah satu evaluasi yang utama adalah bagaimana membangun karakter mental para pemain kita. Ini penting," kata Sumardji.
Saat ini, menurutnya, John Herdman mengolaborasikan tiga aspek penting: mental, fisik, dan skill. Ketiganya diseimbangkan untuk menciptakan kekuatan tim yang solid.
"Di awal, Coach John mengolaborasi, menyeimbangkan antara kekuatan mental, antara kekuatan fisik, dan skill. Ini semua dikolaborasikan, diseimbangkan untuk bisa tercapainya satu kekuatan yang memang dahsyat," tegasnya.
"Jadi kalau ditanya evaluasinya kenapa tak pernah juara? Memang evaluasinya banyak. Dari evaluasi yang cukup panjang itu nanti kami combine jadi satu, kami jadikan suatu kekuatan yang bisa memenangkan suatu peperangan," tegas Sumardji.
Timnas Indonesia memang belum pernah sekalipun meraih gelar juara Piala AFF. Enam kali menjadi runner up adalah catatan yang pahit. Kini, dengan pendekatan baru dari John Herdman yang menyeimbangkan mental, fisik, dan keterampilan, ada harapan bahwa rekor tersebut bisa diubah. Fokus pada pembangunan karakter mental pemain menjadi salah satu kunci utama yang disoroti.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Timnas Bantah Label 'Jago Kandang' Jelang Piala AFF
Trump Raup Rp5,39 Triliun dari Bisnis Timur Tengah
Polisi Buru Orang Tua Pembuang Bayi di Banyuasin
BRIN: Riset Kampus Sulit Sampai ke Industri
Cape Verde Paksa Argentina ke Extra Time
Amazon Resmi Luncurkan Layanan Internet Satelit, Tantang Starlink
Polisi Buru Orang Tua Bayi yang Dibuang di Banyuasin
