Tingkat Kasus TBC Naik di Sumatera Selatan, Palembang Puncak

Ayu W. · 2 min baca · 1 hari lalu · 11 dibaca
Bisik.id
Tingkat Kasus TBC Naik di Sumatera Selatan, Palembang Puncak

Gambar atau konten salah?

Di Sumatera Selatan, Dinas Kesehatan mencatat peningkatan signifikan jumlah temuan kasus Tuberkulosis (TBC) baru. Pada 27 Mei 2026, total kasus mencapai 6.699, naik dari 3.148 pada bulan Maret. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Ira Primadesa, mengonfirmasi bahwa sebagian besar temuan baru berasal dari penderita TBC Sensitif Obat (SO).

Menurut data Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB), akumulasi temuan di provinsi ini terdiri dari 6.574 kasus TBC SO dan 125 kasus TBC Resistan Obat. Ia menambahkan bahwa lonjakan ini turut memengaruhi persentase cakupan pengobatan, atau Treatment Coverage, di tingkat provinsi.

“Cakupan pengobatan kita kini merangkak naik ke angka 20,59 persen dari total estimasi insiden wilayah sebesar 32.534 kasus di tahun 2026. Angka persentase ini jelas bergerak naik dibanding posisi Maret yang berada di kisaran 9,68 persen,” jelasnya.

Temuan kasus tersebar di 17 kabupaten/kota, namun Kota Palembang tetap memegang rekor sebagai wilayah dengan temuan kasus TBC tertinggi di Sumatera Selatan. Kepadatan penduduk dan tingginya interaksi sosial dianggap menjadi faktor utama mempertahankan posisi Palembang di puncak.

Di Palembang, angka riil mencapai 2.111 kasus, termasuk 2.073 kasus TBC SO dan 38 kasus TBC RO. Ira menjelaskan bahwa tingginya angka temuan kasus baru di ibu kota provinsi tersebut berbanding lurus dengan capaian target cakupan pengobatan yang dilakukan oleh tim medis di lapangan.

“Tingginya temuan ini juga berbanding lurus dengan capaian cakupan pengobatan di Palembang yang sudah menyentuh angka 26,70 persen dari estimasi insiden kota sebanyak 7.906 kasus,” jelasnya.

Data ini menunjukkan bahwa upaya pengawasan dan pengobatan TBC di Sumatera Selatan semakin intensif. Peningkatan Treatment Coverage menandakan bahwa lebih banyak pasien mendapatkan perawatan tepat waktu, meskipun masih ada tantangan dalam menurunkan jumlah kasus, terutama di wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi seperti Palembang.

TuberkulosisSumatera SelatanKasus TBCTBC SOTreatment CoveragePalembangSistem Informasi Tuberkulosis

Komentar

Memuat komentar...