Tokenisasi Aset Nyata Diprediksi Tembus US$5,5 Triliun pada 2030

Dewi M. · 3 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Tokenisasi Aset Nyata Diprediksi Tembus US$5,5 Triliun pada 2030

Gambar atau konten salah?

Tren tokenisasi aset dunia nyata atau yang dikenal dengan Real World Assets (RWA) semakin menjadi perbincangan hangat di industri kripto global. Fenomena ini terjadi seiring dengan semakin banyaknya lembaga keuangan yang mulai memanfaatkan teknologi blockchain.

Laporan dari Citi Institute yang berjudul Tokenization 2030 memperkirakan nilai aset yang sudah ditokenisasi di seluruh dunia bisa mencapai US$ 5,5 triliun pada tahun 2030. Saat ini, valuasi pasar untuk aset-aset tersebut baru sekitar US$ 17 miliar. Angka ini menunjukkan potensi pertumbuhan yang sangat besar dalam beberapa tahun ke depan.

Chief Marketing Indodax, Aloysia Dian, mengatakan bahwa perkembangan tokenisasi aset merupakan salah satu inovasi paling menarik di industri blockchain. Menurutnya, teknologi ini mampu menjembatani aset keuangan tradisional dengan dunia digital. Hasilnya, akses masyarakat terhadap berbagai instrumen keuangan menjadi lebih mudah.

"Tokenisasi aset membuka peluang baru bagi masyarakat untuk memperoleh eksposur terhadap berbagai aset global melalui infrastruktur blockchain. Inovasi ini bukan sekadar menghadirkan jenis aset baru, tetapi juga mencerminkan bagaimana teknologi blockchain mulai digunakan untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan aksesibilitas di sektor keuangan," ujar Aloysia dalam keterangannya pada 14 Juli 2026.

Tokenisasi memungkinkan berbagai jenis aset—seperti saham, obligasi, komoditas, hingga aset alternatif lainnya—direpresentasikan dalam bentuk token digital. Dengan begitu, aset-aset tersebut bisa diperdagangkan secara lebih efisien berkat dukungan teknologi blockchain.

Saat ini, Indodax menyediakan lebih dari 20 aset bertema RWA. Di antaranya termasuk tujuh tokenized stocks yang mewakili pergerakan harga saham perusahaan-perusahaan global besar seperti Apple, Amazon, Alphabet (Google), NVIDIA, Tesla, Circle, dan Coinbase.

Kehadiran produk-produk ini, menurut Aloysia, memperluas pilihan diversifikasi bagi investor di pasar. Selain itu, produk-produk ini juga membuka akses bagi investor untuk mendapatkan eksposur terhadap sektor-sektor ekonomi global. Tren tokenisasi aset yang semakin mendapat perhatian global ini mulai terlihat juga di Indodax.

Aloysia menilai bahwa selain beragamnya pilihan aset nyata yang ditokenisasi, kategori ini juga menunjukkan pertumbuhan aktivitas perdagangan dan jumlah investor sepanjang tahun. Hal ini mencerminkan semakin besarnya minat masyarakat terhadap instrumen investasi digital yang berbasis pada aset dunia nyata.

Ia menambahkan bahwa perkembangan ini menunjukkan blockchain kini tidak lagi hanya identik dengan aset kripto. Teknologi ini mulai menjadi infrastruktur yang mendukung digitalisasi berbagai instrumen keuangan.

"Kami melihat tokenisasi aset sebagai salah satu bentuk evolusi industri blockchain. Semakin luas pemanfaatan teknologi ini, semakin besar pula peluang untuk menghadirkan sistem keuangan yang lebih inklusif, efisien, dan transparan. Yang terpenting, seluruh inovasi tersebut tetap perlu didukung oleh regulasi yang jelas, tata kelola yang baik, serta edukasi yang berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat," jelasnya.

Momentum berkembangnya tokenisasi aset ini juga sejalan dengan arah pengembangan ekosistem aset digital di Indonesia. Otoritas Jasa Keuangan (OJK), melalui Roadmap Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) 2026-2031, memasukkan pengembangan tokenisasi aset sebagai salah satu inisiatif strategis. Roadmap ini juga mencakup regulasi stablecoin, transaksi Over-The-Counter (OTC), serta penguatan keamanan siber. Semua ini bertujuan untuk mendorong inovasi dan memperkuat ekosistem keuangan digital nasional.

Sebagai licensed crypto exchange di Indonesia, Indodax menyambut positif langkah ini. Aloysia berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi yang sejalan dengan perkembangan industri global. Pada saat yang sama, pihaknya juga akan memperkuat edukasi kepada masyarakat. Investor diimbau untuk selalu Do Your Own Research (DYOR) agar memahami karakteristik setiap instrumen investasi sebelum bertransaksi.

Tokenisasi aset dunia nyata memang masih dalam tahap awal perkembangan. Namun, dengan dukungan regulasi yang jelas dan minat investor yang terus tumbuh, teknologi ini berpotensi mengubah cara orang berinvestasi. Blockchain tidak lagi sekadar tempat untuk memperdagangkan kripto, tetapi juga menjadi fondasi bagi sistem keuangan yang lebih terbuka dan efisien.

tokenisasi asetreal world assetsblockchaininvestasi digitalIndodaxregulasiedukasi investor

Komentar

Memuat komentar...