Tol Harbour Road II: 32% Pekerjaan WIKA, 45% Lahan Bebas

Ningsih R. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 139 dibaca
Bisik.id
Tol Harbour Road II: 32% Pekerjaan WIKA, 45% Lahan Bebas

Gambar atau konten salah?

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) mengumumkan perkembangan proyek Tol Harbour Road II (HBR II) di ruas Ancol Timur–Pluit. Proyek ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp 5,22 triliun dan akan membentang sepanjang 9,67 km. Target operasional keseluruhan direncanakan pada 2027.

Menurut Hari Purnama, Manajer Proyek Pembangunan Jalan Tol Ancol Timur–Pluit, progres fisik yang dikerjakan WIKA mencapai 32,31 %. Ia menyatakan, "Nilai kontrak di HBR II nilai kontraknya Rp 5,22 triliun. Saat ini untuk progres yang ditangani oleh WIKA, karena disini ada 2 kontraktor, yang ditangani oleh WIKA saat ini diangka 32,31%," di kantor pembangunan Harbour Road II, Jakarta Utara, pada 06 April 2026.

Namun, proyek masih menghadapi tantangan pembebasan lahan. Hari menambahkan, "Jadi memang salah satu challenge ada di pembebasan lahan. Saat ini pembebasan lahan dilakukan di Kementerian PU dengan BPN. Untuk HBR II ini ditargetkan sisi selatan operasional di tahun ini sambil tentu ada beberapa lahan yang masih perlu proses pembebasan lahan. Jadi ini yang mungkin challenge HBR II ini," ia katakan. Saat ini hanya sekitar 45 % lahan yang sudah terbebas.

Sejak 29 September 2025, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, meninjau lokasi dan menyatakan tol ini akan menjadi solusi untuk mengurai kemacetan serta memperlancar arus logistik di kawasan utara Jakarta. Ia menambahkan, "Tol ini sepanjang kurang lebih 9,67 km akan menghubungkan Ancol Timur menuju Pluit. Kalau di belakang kita bisa terlihat Tanjung Priok, dermaga, peti kemas yang tentunya padat," dalam keterangan tertulis.

Rencana teknis tol elevated ini menetapkan standar kecepatan 80 km/jam, lebar lajur 3,5 m, serta dilengkapi junction di Ancol Timur dan Pluit. Ramp penghubung dengan Harbour Road I juga direncanakan. Pembangunan diperkirakan selesai pada 31 December 2026, dengan masa konstruksi 1 697 hari kalender dan masa pemeliharaan 730 hari. Hari menegaskan, "Artinya, dengan hadirnya nanti Insyaallah jalur selatan ini akan bisa digunakan di awal tahun 2026, dan jalur utara pada 2027," ia katakan.

Menurut AHY, kehadiran tol ini diharapkan menurunkan biaya logistik, mengurai kemacetan, dan mengurangi kepadatan lalu lintas. Dengan demikian, aktivitas ekonomi dapat meningkat dan pengembangan ekonomi wilayah diperkuat. Tol ini tidak hanya menambah kapasitas lalu lintas, tetapi juga memperkuat jaringan empat lingkar jalan tol Jabodetabek—Ring 1, Ring 2, JORR 1, dan JORR 2—membantu distribusi barang menjadi lebih efisien dan meningkatkan daya saing ekonomi nasional.

Secara keseluruhan, proyek HBR II menandai langkah penting dalam memperbaiki infrastruktur transportasi di wilayah Jakarta Utara, sekaligus membuka peluang bagi pertumbuhan ekonomi regional.

Tol Harbour Road IIPT Wijaya KaryaAncol Timur–PluitNilai kontrak 5,22 triliunPembebasan lahanAgus Harimurti YudhoyonoJaringan tol JORR

Komentar

Memuat komentar...