TPS 3R GO-SARI Ubah Sampah Jadi Rp98 Juta per Bulan

Dwi H. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
TPS 3R GO-SARI Ubah Sampah Jadi Rp98 Juta per Bulan

Gambar atau konten salah?

Volume sampah rumah tangga terus meningkat di Guwosari, Kecamatan Pajangan, Bantul, Yogyakarta. Masalah ini makin terasa setelah pemerintah daerah memutuskan menutup Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan. Warga pun mencari cara agar sampah bisa ditangani langsung dari sumbernya.

Kini, upaya itu berpusat di TPS 3R GO-SARI. Setiap harinya, tempat ini mengelola sekitar 3 hingga 3,5 ton sampah rumah tangga. Sampah tidak hanya dikumpulkan. Lebih dari itu, sampah dipilah lalu diolah kembali menjadi kompos, pakan ternak, material daur ulang, dan berbagai produk yang punya nilai jual.

Dampaknya terasa langsung oleh warga. TPS 3R GO-SARI kini melayani sekitar 1.500 rumah tangga. Tak hanya itu, tempat ini juga membuka lapangan kerja untuk 27 orang dari desa setempat. Dari berbagai kegiatan produktif yang dijalankan, total pendapatan yang dihasilkan mencapai sekitar Rp98 juta per bulan.

Pendekatan yang digunakan cukup sederhana dan dekat dengan keseharian warga. Sampah dikelompokkan menjadi empat kategori: "bosok" (busuk), "rosok" (barang bekas), "popok", dan "bodongkok" (botol dan gelas plastik). Pengelompokan ini sengaja dibuat agar lebih mudah dipahami dan dipilah oleh masyarakat.

Sampah organik dimanfaatkan untuk membuat kompos dan juga untuk budidaya maggot lalat Black Soldier Fly (BSF). Maggot yang dihasilkan kemudian dipakai sebagai pakan ikan dan ayam. Saat ini, ada sekitar 458 ayam petelur yang diberi pakan maggot tersebut, dan mampu menghasilkan sekitar 27 kilogram telur setiap hari. Sementara itu, plastik jenis HDPE diolah menjadi berbagai furnitur ramah lingkungan—seperti meja, kursi, rak, dan pot bunga.

Pengembangan GO-SARI mendapat sokongan dari PT Pertamina Patria Niaga sejak tahun 2022. Taufik Kurniawan, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patria Niaga Jawa Bagian Tengah, menjelaskan dukungan itu diarahkan agar pengelolaan sampah tidak hanya berhenti pada urusan lingkungan. Tapi juga bisa berkembang menjadi kegiatan produktif yang dikelola masyarakat secara mandiri.

"Kita tentunya tidak ingin setelah Pertamina pergi, program yang sudah sangat bagus ini berlalu begitu saja. Sehingga kami tidak hanya memberikan program CSR, tetapi juga memandirikan mereka," ujar Taufik dalam keterangan tertulis pada Jumat, 14 Agustus 2026.

Pada tahun 2026, pengelolaan TPS 3R GO-SARI makin diperkuat dengan pemanfaatan energi bersih. Sebuah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 6,6 kWp dipasang, lengkap dengan baterai 10 kWh. Energi dari PLTS ini dipakai untuk menjalankan berbagai peralatan yang digunakan dalam proses pengolahan sampah.

Hendry, yang merupakan Local Hero Program DEB GO-SARI Rehabcycle sekaligus pengelola TPS 3R GO-SARI, mengatakan pemasangan PLTS ini berhasil memangkas biaya listrik operasional hingga sekitar 60 persen. Sebelumnya, tagihan listrik bisa mencapai Rp3,5 juta hingga Rp4 juta per bulan. Kini, biaya itu turun menjadi sekitar Rp1,5 juta hingga Rp2 juta per bulan.

"Dengan dibantu PLTS, kebutuhan listrik kami bisa dihemat sampai sekitar 60 persen. Teman-teman juga tetap bisa bekerja ketika terjadi pemadaman listrik," kata Hendry.

Manfaat ekonomi dari GO-SARI juga dirasakan langsung oleh para pekerjanya. Ardian Sajidanto, yang sudah hampir 2,5 tahun bekerja di TPS 3R GO-SARI, mengaku pekerjaan itu menjadi salah satu sumber penghasilan utama bagi keluarganya.

"Dari segi pendapatan, Alhamdulillah bisa membantu ekonomi saya dan keluarga. Bisa untuk membeli susu anak juga," ujar Ardian.

Program ini terus diperluas. Pengolahan sampah kini juga melibatkan kelompok lansia dan warga binaan Rutan Kelas IIB Bantul. Mereka ikut mengolah plastik menjadi eco furniture. Layanan GO-SARI juga diperkuat lewat aplikasi Gosari Lestari. Lewat aplikasi ini, warga bisa membayar layanan persampahan, menabung sampah anorganik, hingga membeli produk-produk hasil olahan sampah.

Pada 12 Agustus 2026, Pertamina secara simbolis menyerahkan dukungan PLTS sebagai bagian dari program Desa Energi Berdikari. Selain itu, perlindungan BPJS Ketenagakerjaan juga diberikan kepada para pekerja TPS 3R GO-SARI. Di momen yang sama, sebanyak 771 paket sembako dibagikan kepada warga prasejahtera di sekitar lokasi program.

Dari masalah sampah yang semula menumpuk, warga Guwosari kini membangun kegiatan produktif yang memberi manfaat berlapis. Sampah yang seharusnya berakhir di tempat pembuangan bisa ditekan jumlahnya. Lapangan kerja baru terbuka. Penghasilan warga pun ikut bertumbuh. Ditambah lagi, energi bersih dari PLTS membuat kegiatan pengolahan sampah jadi lebih efisien.

"Harapannya mereka bisa mandiri, bisa berdikari, dan tanpa pembimbingan kita mereka juga bisa melanjutkan dan meningkatkan lagi pendapatan yang dihasilkan," kata Taufik.

Lewat TPS 3R GO-SARI, sampah rumah tangga yang tadinya hanya jadi beban lingkungan kini berubah menjadi sumber ekonomi. Mulai dari kompos, pakan ternak, maggot, telur ayam, hingga furnitur daur ulang, semuanya dihasilkan dari proses yang melibatkan warga secara langsung. Dukungan energi surya pun membuat biaya operasional makin ringan, dan kegiatan tetap berjalan meski listrik padam. Program ini menunjukkan bahwa persoalan sampah bisa diatasi dari akarnya, sekaligus menciptakan lapangan kerja dan pendapatan baru bagi masyarakat.

pengelolaan sampahTPA PiyunganTPS 3R GO-SARIsampah rumah tanggadaur ulangenergi bersihmandiri

Komentar

Memuat komentar...