Cokelat Hitam Ternyata Bisa Bikin Bahagia
Gambar atau konten salah?
Banyak orang menghindari cokelat saat diet. Alasannya klasik: tinggi kalori, bikin gemuk. Tapi ada juga yang percaya cokelat bisa mengusir stres. Mitos atau fakta?
Para pakar kesehatan bilang, ini bukan sugesti belaka. Ini fakta medis. Makan cokelat—terutama dark chocolate—punya banyak manfaat untuk kesehatan mental dan fisik. Bukan cuma bikin perasaan lebih baik, tapi juga baik untuk jantung, otak, bahkan kulit.
Cokelat dan suasana hati
Cokelat sering jadi 'pelarian' saat stres. Ada alasan ilmiahnya. Cokelat mengandung senyawa kimia yang merangsang otak melepaskan endorfin, hormon pemicu rasa bahagia. Selain itu, cokelat juga sumber alami triptofan, asam amino yang dipakai otak untuk memproduksi serotonin. Serotonin adalah neurotransmiter utama yang bikin perasaan tenang, rileks, dan meningkatkan mood.
Manfaat untuk jantung
Dikutip dari The Sun, makan cokelat dalam jumlah moderat secara rutin baik untuk jantung. Cokelat kaya akan flavanol, zat antioksidan yang menjaga elastisitas pembuluh darah. Kandungan ini membantu melancarkan aliran darah. Efeknya, tekanan darah tinggi bisa turun. Risiko penyakit jantung koroner juga berkurang.
Otak juga diuntungkan
Flavanol dalam cokelat bisa menembus dan menumpuk di area otak yang mengatur fungsi belajar dan memori. Aliran darah ke otak meningkat. Fokus, konsentrasi, dan kemampuan kognitif—baik jangka pendek maupun panjang—ikut terbantu.
Kulit glowing?
Rutin makan dark chocolate bisa jadi rahasia kulit bercahaya. Antioksidan tinggi di dalamnya melindungi sel kulit dari kerusakan akibat radikal bebas dan sinar UV matahari. Nutrisi cokelat juga membantu hidrasi kulit, menjaga kelembapan, dan meningkatkan sirkulasi darah di jaringan kulit.
Tapi ada aturan makannya
Para ahli mengingatkan: tidak semua cokelat sama. Kuncinya ada pada jenis dan porsi.
- Pilih dark chocolate dengan kandungan kakao minimal 70 persen. Jenis ini punya antioksidan tertinggi dan rendah gula.
- Hindari milk chocolate atau white chocolate. Keduanya tinggi lemak jenuh dan pemanis tambahan.
- Jaga porsi tetap moderat. Jangan berlebihan. Risiko kenaikan berat badan tetap ada kalau kebanyakan.
Jadi, cokelat memang bisa bikin happy. Tapi pilih yang tepat dan makan secukupnya. Manfaatnya nyata, asal tidak asal comot.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Nyeri Bahu Bertahun-tahun, Ternyata Kanker Darah
Enam Manfaat Rutin Konsumsi Buah dan Sayur Setiap Hari
'Phone Body' Mengancam Postur Akibat Kecanduan Ponsel
Siloam Luncurkan Klinik Kandung Kemih Satu Atap
Diet Jus Ekstrem 3 Bulan, Ginjal Wanita 56 Tahun Rusak
BPOM: Pemimpin Masa Depan Wajib Kuasai Cara Kerja Otak
Berita Terbaru
NTT Larang Kendaraan Tunggak Pajak Beli BBM Subsidi
Martinez Mundur Usai Portugal Tersingkir
Inspirasi Perkenalan Diri MPLS untuk Siswa Baru
Trump Sebut Tangis Pelayat Khamenei Air Mata Palsu
Israel 26 Kali Masuki Al Aqsa, Azan Dilarang 84 Kali di Hebron Juni 2026
Pria Toraja Sembunyikan Gigitan Anjing, Tewas Rabies
Nadira Az-Zahra Ditemukan di Bandung
Wakil Wali Kota Bandung: Saya Tak Pernah Diajak Rapat
Mbappe Balas Senator Rasis: Wanita Tercela
Tokopedia Bantah PHK, Sebut Penataan Tenaga Kerja