Transplantasi Hati & Ginjal Babi Sekaligus ke Manusia

Cahyo S. · 2 min baca · 1 hari lalu · 9 dibaca
Bisik.id
Transplantasi Hati & Ginjal Babi Sekaligus ke Manusia

Gambar atau konten salah?

Di 31 Mei 2026, sebuah publikasi di Med Journal mengungkapkan pencapaian pertama dunia di mana seorang pasien di China menerima transplantasi sekaligus hati dan ginjal yang berasal dari babi. Penelitian ini menandai langkah penting dalam bidang xenotransplantasi, yang sebelumnya hanya dilakukan satu organ pada satu waktu.

Pasien yang menjadi subjek eksperimen ini sudah mengalami kematian batang otak, sehingga prosedur ini dilakukan sebagai upaya akhir. Meskipun organ babi tersebut hanya dapat berfungsi selama 5 hari setelah transplantasi, pencapaian ini menunjukkan bahwa organ hewan dapat beroperasi dalam tubuh manusia setidaknya dalam jangka pendek.

Transplantasi xenograft biasanya melibatkan satu organ saja karena kompleksitas operasi dan risiko komplikasi meningkat seiring dengan jumlah organ yang ditransplantasikan. Oleh karena itu, pencapaian ini menantang asumsi lama bahwa satu organ saja yang dapat dipertimbangkan.

Alasan utama kegagalan xenotransplantasi adalah sistem imun manusia yang menganggap organ asing sebagai ancaman. Untuk mengurangi respons imun, para peneliti melakukan penyuntingan gen pada organ babi. Dalam studi ini, hati dan ginjal yang dipakai telah melalui 6 modifikasi genetik—beberapa gen dimatikan dan gen lain ditambahkan untuk membuat organ tersebut lebih “mirip manusia”.

Hasil analisis menunjukkan bahwa fungsi hati dan ginjal babi yang dimodifikasi lebih mendekati fungsi organ manusia dibandingkan organ babi asli. Para peneliti menekankan bahwa fungsi dasar kedua organ ini tidak terlalu bergantung pada spesies asalnya, menyoroti kesamaan fisiologis yang cukup besar antara sistem hati dan ginjal manusia dan babi.

Namun, tim medis mencatat tanda-tanda penolakan organ sekitar 36 jam setelah operasi. Mereka berpendapat bahwa kondisi ini dapat diatasi dengan obat-obatan khusus yang menurunkan risiko penolakan jangka panjang. Meskipun demikian, semua pengamatan hanya berlangsung selama 5 hari karena keinginan keluarga pasien untuk mempersiapkan proses pemakaman.

Studi ini masih didasarkan pada satu kasus, sehingga hasilnya belum dapat digeneralisasi. Meski begitu, penelitian ini menyediakan dasar penting bagi pengembangan xenotransplantasi gabungan hati dan ginjal, serta menjadi landasan bagi studi lanjutan pada lebih banyak kasus di masa depan.

Secara keseluruhan, pencapaian ini menandai langkah awal yang signifikan dalam mengatasi kekurangan organ manusia. Jika teknologi ini terus disempurnakan, transplantasi hati dan ginjal babi pada manusia dapat menjadi prosedur yang layak dilakukan di masa depan.

xenotransplantasitransplantasi hati dan ginjal babimodifikasi genetiksistem imun manusiapenolakan organpencapaian dunia pertamapenelitian satu kasus

Komentar

Memuat komentar...