Trump Annonblokade Selat Hormuz, AS Tegaskan Keterlibatan

Sigit W. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 134 dibaca
Bisik.id
Trump Annonblokade Selat Hormuz, AS Tegaskan Keterlibatan

Gambar atau konten salah?

Blokade Selat Hormuz diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Senin, 13 April 2026. Dalam unggahan di platform media sosialnya, Truth Social, Trump mengatakan, “Mulai sekarang, Angkatan Laut Amerika Serikat, yang terbaik di dunia, akan memulai proses blokade semua kapal yang mencoba masuk atau keluar dari Selat Hormuz.”

Trump menegaskan bahwa negara-negara lain akan turut serta dalam blokade tersebut. Ia juga menegaskan bahwa Iran tidak akan diizinkan mengambil keuntungan dari tindakan pemerasan ilegal terhadap kapal yang lewat Selat Hormuz.

Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan bahwa militer akan mulai menerapkan blokade pada Senin pukul 10 pagi waktu setempat (waktu Timur/ET). CENTCOM menyatakan akan memberi informasi tambahan kepada kapal-kapal komersial sebelum dimulainya blokade.

Menurut CENTCOM, Amerika Serikat tidak akan menghalangi kapal yang melintasi selat tersebut untuk berlayar dari dan ke pelabuhan-pelabuhan non-Iran. Blokade hanya akan diberlakukan terhadap kapal-kapal yang memasuki atau meninggalkan pelabuhan atau wilayah pesisir Iran, termasuk semua pelabuhan Iran di Teluk Arab dan Teluk Oman.

Trump menilai bahwa blokade ini adalah upaya untuk menghentikan Iran mengontrol selat secara ketat dan mencegah Iran mendapatkan keuntungan ekonomi sementara dunia menderita akibat penutupan selat tersebut. Ia mengatakan, “Selat Hormuz sudah dibuka untuk semua kapal dari manapun, hanya saja Iran tak mengizinkan hal itu terjadi.”

Iran menyatakan masih ada potensi ranjau bagi kapal yang melintas, namun Trump menilai alasan itu hanyalah pemerasan. Ia menegaskan, “Ini adalah pemerasan dunia dan Pemimpin Negara, terutama Amerika Serikat, tidak akan pernah diperas.”

Trump juga menegaskan bahwa upaya AS akan berupa blokade total, berarti tidak ada kapal yang akan diizinkan lewat sampai Iran mengalah. Angkatan Laut AS akan mencari dan mencegat setiap kapal di perairan internasional yang telah membayar bea masuk kepada Iran.

Iran sedang bersiap untuk memungut bea masuk dari kapal-kapal yang ingin melewati selat tersebut, sebuah langkah yang memicu kemarahan Trump karena Iran mencoba memperkuat cengkeramannya di jalur penting tersebut padahal gencatan senjata sedang terjadi. Ia menegaskan, “Tidak seorang pun yang membayar pungutan ilegal akan mendapatkan perjalanan aman di laut lepas.”

Trump dan para penasihatnya juga dilaporkan mempertimbangkan untuk melanjutkan serangan militer terbatas di Iran, untuk memberikan tekanan tambahan pada rezim tersebut agar memecah kebuntuan perundingan perdamaian. Trump tampaknya sekali lagi mengancam akan menyerang infrastruktur penting Iran. Ia berkata, “Saya tidak ingin melakukannya, tetapi itu adalah air mereka, rencana desalinasi mereka, pembangkit listrik mereka, yang sangat mudah untuk diserang.”

Pengumuman blokade AS menurunkan harapan perang akan berakhir dalam beberapa hari mendatang. Semua bermula ketika AS gagal mendapatkan kesepakatan damai dalam pembicaraan di Islamabad. Hal ini juga mengancam akan memperburuk krisis ekonomi yang telah mencengkeram perekonomian global sejak perang pecah.

Dengan blokade ini, kapal komersial diharapkan mendapatkan informasi sebelum pelayaran, sementara kapal yang terlibat dalam transaksi dengan Iran akan diintersep. Keputusan ini menandai langkah tegas AS dalam menanggapi kebijakan Iran di Selat Hormuz, yang telah menjadi titik kritis bagi perdagangan minyak dunia.

Blokade Selat HormuzPresiden Donald TrumpAngkatan Laut ASIranCentcomTruth SocialKekayaan MinyakKrisis Ekonomi

Komentar

Memuat komentar...