Trump Tegaskan Iran Tak Tol Selat Hormuz, Risiko Pasokan Minyak

Eko P. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 97 dibaca
Bisik.id
Trump Tegaskan Iran Tak Tol Selat Hormuz, Risiko Pasokan Minyak

Gambar atau konten salah?

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengirim pesan keras kepada Iran melalui akun media sosialnya. Ia menegaskan bahwa Iran tidak boleh mengenakan biaya tambahan pada kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz. krisis pasokan energi global terus mengintai.

"Ada laporan bahwa Iran menarik biaya pada kapal-kapal tanker yang melewati Selat Hormuz," tulis Trump di akun Truth Social miliknya dikutip dari Reuters Jumat (10 April 2026).

Trump mengancam agar praktik tersebut dihentikan segera. "Jangan sampai mereka melakukannya, dan jika memang benar, mereka harus menghentikannya sekarang juga," tambahnya.

Ia juga menegaskan bahwa pasokan minyak dunia akan kembali normal. "Anda akan melihat minyak mulai mengalir kembali, dengan atau tanpa bantuan dari Iran," jelas Trump.

Keputusan Iran untuk mengenakan tol laut dalam bentuk kripto bertujuan menjaga kontrol atas Selat Hormuz selama gencatan senjata dua minggu yang baru diumumkan. Tarif ini diharapkan dapat mengamankan pendapatan negara. Gencatan senjata ini diumumkan setelah Trump mengancam akan menghancurkan peradaban Iran.

Para pemimpin Barat menolak ide tersebut. Mereka tidak setuju dengan kebijakan Iran yang menimbulkan ketidakpastian di pasar energi.

Selat Hormuz masih tidak berfungsi normal. Meskipun gencatan senjata sudah diumumkan, volume kapal pada Kamis masih di bawah 10% dari volume normal. Iran terus memperingatkan kapal yang lewat agar tetap berada di wilayah perairan teritorialnya.

Media Iran melaporkan bahwa undang-undang untuk mengenakan biaya telah dibahas di parlemen. Menurut Aljazeera Minggu (29 Maret 2026), korps Garda Revolusi Islam Iran telah memberlakukan sistem pos tol untuk mengontrol lalu lintas kapal.

Dalam dua minggu terakhir, 26 kapal yang melintasi Selat Hormuz mengikuti rute yang disetujui dan menggunakan sistem verifikasi IRGC. Kapal-kapal ini tidak mengaktifkan sistem persinyalan AIS mereka.

Anggota parlemen Iran, Alaeddin Boroujerdi, mengungkapkan bahwa negaranya telah mengenakan biaya sebesar US$ 2 juta atau sekitar Rp 33,8 miliar (kurs Rp 16.900) kepada beberapa kapal. "Sekarang, karena perang memiliki biaya, tentu saja, kita harus melakukan ini dan memungut biaya transit dari kapal-kapal yang melewati Selat Hormuz," katanya.

Dengan situasi ini, ketegangan di Selat Hormuz tetap tinggi. Pasokan minyak global masih terpengaruh, dan banyak negara menunggu keputusan akhir tentang kebijakan tol laut Iran.

Konflik di wilayah ini menunjukkan betapa pentingnya Selat Hormuz bagi perdagangan energi dunia. Keputusan Iran dan respons dunia akan memengaruhi harga minyak dan stabilitas pasar energi.

Selat HormuzIranTrumptol lautpasokan minyakkrisis energigencatan senjataperdagangan energi

Komentar

Memuat komentar...