Trump Tegaskan Iran Tak Tol Selat Hormuz, Risiko Pasokan Minyak
Gambar atau konten salah?
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengirim pesan keras kepada Iran melalui akun media sosialnya. Ia menegaskan bahwa Iran tidak boleh mengenakan biaya tambahan pada kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz. krisis pasokan energi global terus mengintai.
"Ada laporan bahwa Iran menarik biaya pada kapal-kapal tanker yang melewati Selat Hormuz," tulis Trump di akun Truth Social miliknya dikutip dari Reuters Jumat (10 April 2026).
Trump mengancam agar praktik tersebut dihentikan segera. "Jangan sampai mereka melakukannya, dan jika memang benar, mereka harus menghentikannya sekarang juga," tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa pasokan minyak dunia akan kembali normal. "Anda akan melihat minyak mulai mengalir kembali, dengan atau tanpa bantuan dari Iran," jelas Trump.
Keputusan Iran untuk mengenakan tol laut dalam bentuk kripto bertujuan menjaga kontrol atas Selat Hormuz selama gencatan senjata dua minggu yang baru diumumkan. Tarif ini diharapkan dapat mengamankan pendapatan negara. Gencatan senjata ini diumumkan setelah Trump mengancam akan menghancurkan peradaban Iran.
Para pemimpin Barat menolak ide tersebut. Mereka tidak setuju dengan kebijakan Iran yang menimbulkan ketidakpastian di pasar energi.
Selat Hormuz masih tidak berfungsi normal. Meskipun gencatan senjata sudah diumumkan, volume kapal pada Kamis masih di bawah 10% dari volume normal. Iran terus memperingatkan kapal yang lewat agar tetap berada di wilayah perairan teritorialnya.
Media Iran melaporkan bahwa undang-undang untuk mengenakan biaya telah dibahas di parlemen. Menurut Aljazeera Minggu (29 Maret 2026), korps Garda Revolusi Islam Iran telah memberlakukan sistem pos tol untuk mengontrol lalu lintas kapal.
Dalam dua minggu terakhir, 26 kapal yang melintasi Selat Hormuz mengikuti rute yang disetujui dan menggunakan sistem verifikasi IRGC. Kapal-kapal ini tidak mengaktifkan sistem persinyalan AIS mereka.
Anggota parlemen Iran, Alaeddin Boroujerdi, mengungkapkan bahwa negaranya telah mengenakan biaya sebesar US$ 2 juta atau sekitar Rp 33,8 miliar (kurs Rp 16.900) kepada beberapa kapal. "Sekarang, karena perang memiliki biaya, tentu saja, kita harus melakukan ini dan memungut biaya transit dari kapal-kapal yang melewati Selat Hormuz," katanya.
Dengan situasi ini, ketegangan di Selat Hormuz tetap tinggi. Pasokan minyak global masih terpengaruh, dan banyak negara menunggu keputusan akhir tentang kebijakan tol laut Iran.
Konflik di wilayah ini menunjukkan betapa pentingnya Selat Hormuz bagi perdagangan energi dunia. Keputusan Iran dan respons dunia akan memengaruhi harga minyak dan stabilitas pasar energi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Pedagang Valas Kaki Lima di Jalan Kwitang Terima Dolar Rusak
BGN Digeledah, Pimpinan Baru Fokus Perbaikan Tata Kelola
AS Pasang Tarif 10‑12,5% ke Barang Indonesia dan 59 Negara
IHSG Turun 4,11% di Tengah Sesi, Rupiah Menguat
Grab Tegaskan Tidak Keluar Indonesia, Tetap Komitmen Lanjut
SKK Migas Catat 1,500 BOPD Saat Ini, Target 20,000 BOPD
Berita Terbaru
Pria 65 Tahun di Klampok Lor Berhenti Hidup, Kembali Mati
Persebaya Penasaran Ramadhan Sananta, Bebas Transfer
Rasa Terbakar Dada: Penyebab Utama dan Tanda Peringatan
Minum 3‑4 Cangkir Kopi Bisa Perlambat Penuaan 5 Tahun
Empat Anakan Harimau Sumatra Lahir di Taman Safari Prigen
Operasi Patuh 2026: 14 Hari Tepatkan Lalu Lintas Nasional
Vlahovic Bebas: Arsenal Tertarik, Juventus Tak Berikan Kontrak
Fabiola Elizabeth Tersangka Penipuan Online Internasional
