Trump Tetap Ngotot Kuasai Greenland

Surya B. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Trump Tetap Ngotot Kuasai Greenland

Gambar atau konten salah?

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, tetap pada pendiriannya untuk menguasai Greenland. Dalam pertemuan puncak NATO di Turki beberapa waktu lalu, ia mengulangi pernyataannya bahwa Denmark tidak cukup berkontribusi untuk pulau tersebut. "Greenland seharusnya dikendalikan Amerika Serikat, bukan Denmark," kata Trump. Ia kecewa karena Denmark disebut tidak mengeluarkan dana untuk membantu Greenland, padahal wilayah itu penting bagi AS.

Greenland dikenal memiliki cadangan minyak dan gas alam yang sangat besar. Pulau ini juga menjadi tempat bagi sebagian besar bahan baku yang diperlukan untuk elektronik, energi hijau, serta teknologi militer dan strategis—sektor yang menurut Trump perlu digenjot secara besar-besaran. Berdasarkan data dari Survei Geologi Denmark dan Greenland tahun 2023, sebanyak 25 dari 34 mineral yang dianggap sebagai bahan baku penting oleh Komisi Eropa ditemukan di Greenland. Mineral itu termasuk grafit, niobium, dan titanium.

Meski begitu, Trump mengaku bukan sumber daya alam yang menjadi motif utamanya. "Saya menginginkan Greenland untuk keamanan, saya tidak menginginkannya untuk hal lain," ujarnya kepada wartawan di Forum Ekonomi Dunia di Davos. Ia menambahkan, "Anda harus turun sedalam 25 kaki menembus es untuk mendapatkannya. Itu bukan sesuatu yang akan dilakukan atau diinginkan banyak orang."

Namun, akses ke sumber daya alam Greenland tetap menjadi perhatian utama pemerintahan AS. Steven Lamy, profesor hubungan internasional di University of Southern California, menyebut ketertarikan Trump mengendalikan Greenland terutama karena akses ke sumber daya tersebut dan untuk menghalangi akses China. Bahkan sebelum masa jabatan kedua Trump, AS sudah mempererat hubungan dengan Greenland. Pada tahun 2020, mereka membuka kembali konsulat di ibu kota pulau itu, Nuuk. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap perluasan kehadiran militer Rusia dan China di Arktik.

Sejak Trump kembali menjabat, sekutunya mulai membicarakan potensi komersial Greenland. Kenaikan suhu membuat jalur laut semakin luas dan membuka peluang untuk mengeksplorasi perikanan serta sumber daya alam lainnya di wilayah tersebut. Terutama yang berkaitan dengan pertahanan, seperti energi dan mineral penting. Mike Waltz, yang saat itu menjabat sebagai duta besar AS untuk PBB dan penasihat keamanan nasional Trump, mengatakan kepada pasukan AS yang ditempatkan di Greenland tahun lalu, "Ini tentang jalur pelayaran. Ini tentang energi. Ini tentang perikanan. Dan, tentu saja, ini tentang misi Anda, yaitu menjaga kita tetap aman dan memantau ruang angkasa, memantau musuh kita, dan memastikan rakyat Amerika dapat tidur dengan aman di rumah mereka, siang dan malam."

GreenlandDonald TrumpDenmarksumber daya alamkeamananArktikmineral

Komentar

Memuat komentar...