Trump Tuding Kanada Lalai, Asap Kebakaran Ancam 100 Juta Warga AS

Sigit W. · 2 min baca · 1 jam lalu · 3 dibaca
Bisik.id
Trump Tuding Kanada Lalai, Asap Kebakaran Ancam 100 Juta Warga AS

Gambar atau konten salah?

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan tuduhan keras kepada Kanada. Ia menyalahkan negara tetangganya itu atas kabut asap kebakaran hutan yang kini menyelimuti sebagian besar wilayah Midwest dan Pantai Timur AS. Trump bahkan mengancam akan menaikkan tarif impor terhadap Kanada sebagai bentuk kompensasi.

Pernyataan ini disampaikan Trump melalui platform Truth Social pada Jumat. Ia menuding pemerintah Kanada lalai dalam mengelola hutan dan semak belukar. Akibatnya, asap kebakaran terus mencemari udara di Amerika Serikat. "Kami meminta pertanggungjawaban Kanada karena tidak mengelola hutan dan semak belukarnya dengan baik. Amerika Serikat terus diserbu udara yang kotor, tercemar, dan tidak sehat. Kualitas udaranya berbahaya dan sama sekali tidak dapat diterima," tulis Trump.

Dampak dari polusi ini sudah sangat terasa. Lebih dari 100 juta penduduk di 18 negara bagian dan District of Columbia kini berada di bawah peringatan kualitas udara. Wilayah dengan kualitas udara kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya membentang dari timur laut Minnesota hingga tenggara Virginia. Trump mengatakan akan menghubungi Perdana Menteri Kanada Mark Carney untuk meminta penjelasan mengenai langkah yang akan diambil pemerintah Kanada.

Menurut Trump, kebakaran hutan yang terus berulang setiap tahun merupakan bentuk kelalaian yang disengaja. Ia menilai hal ini telah menimbulkan kerugian miliaran dolar bagi AS. "Biaya akibat polusi ini harus ditambahkan ke tarif yang saat ini dibayarkan Kanada," tegas Trump.

Pernyataan ini semakin memperkeruh hubungan dagang kedua negara yang memang sudah memanas. Setelah Mahkamah Agung AS membatasi penggunaan kewenangan darurat untuk mengenakan tarif, pemerintahan Trump menggunakan dasar hukum lain agar tetap dapat menerapkan kebijakan tarif. Kanada juga menjadi salah satu negara yang paling sering menjadi sasaran kritik Trump. Ia menuduh Kanada melakukan praktik perdagangan kayu yang tidak adil serta mencuri lapangan kerja industri otomotif AS.

Meskipun demikian, banyak produk Kanada selama ini masih mendapat perlindungan melalui perjanjian dagang USMCA yang dinegosiasikan Trump pada masa jabatan pertamanya. Namun, awal bulan ini pemerintahan Trump memutuskan tidak memperpanjang perjanjian tersebut dalam bentuk yang berlaku saat ini.

Hubungan antara AS dan Kanada memang sedang berada di titik rendah. Ancaman tarif baru ini bisa menjadi batu sandungan lain dalam hubungan bilateral yang sudah rumit. Kebakaran hutan di Kanada sendiri merupakan fenomena tahunan yang seringkali dipicu oleh kondisi cuaca kering dan panas, namun Trump melihatnya sebagai kelalaian yang disengaja dari pemerintah Kanada.

TrumpKanadakabut asapkebakaran hutantarif imporkualitas udarahubungan dagang

Komentar

Memuat komentar...