Trump Tunda Serangan Pembangkit Listrik Iran 5 Hari

Ayu W. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 84 dibaca
Bisik.id
Trump Tunda Serangan Pembangkit Listrik Iran 5 Hari

Gambar atau konten salah?

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memutuskan menunda serangan terhadap pembangkit listrik Iran selama lima hari ke depan. Keputusan ini diumumkan lewat akun resmi Truth Social pada Senin, 23 Maret 2026.

Pengumuman tersebut muncul beberapa jam sebelum batas waktu yang telah ditetapkan untuk ancaman serangan AS terhadap Iran. Dalam unggahan tersebut, Trump menyatakan bahwa Amerika telah menggelar pertemuan dua hari dengan Iran untuk membahas nasib perang.

“Penyelesaian Permusuhan Secara Lengkap dan total di Timur Tengah,”

Trump menulis. Ia juga mengaku telah menginstruksikan Departemen Pertahanan untuk menunda serangan sambil menunggu hasil pembicaraan yang sedang berlangsung.

Setelah unggahan itu, harga minyak mentah Brent turun sekitar 7%, mencapai US$ 104 per barel pada pukul 11.27 GMT.

Sejak sebelumnya, Trump telah mengancam akan menghancurkan pembangkit listrik Iran jika Selat Hormuz tidak dibuka penuh dalam waktu 48 jam terhitung sejak Sabtu, 21 Maret 2026. Serangan tersebut direncanakan pada pukul 19.44 EDT (2344 GMT) pada hari Senin.

Balasan dari Garda Revolusi Iran datang dengan menargetkan pembangkit listrik Israel. Iran juga menargetkan pembangkit yang memasok listrik ke pangkalan AS di wilayah Teluk.

Aksi saling ancaman ini memicu pemogokan jaringan listrik di Teluk. Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran akan gangguan besar pada proses desalinasi air minum.

Pasar minyak juga diperkirakan akan semakin terguncang akibat meningkatnya serangan kedua negara. Sejauh ini, lebih dari 2.000 orang tewas dalam konflik yang diluncurkan AS dan Israel terhadap Iran sejak 28 Februari.

Perang di wilayah Teluk ini telah mengguncang pasar keuangan global, menaikkan biaya bahan bakar, memicu kekhawatiran inflasi global, dan menggoyahkan aliansi Barat pascaperang.

Keputusan Trump untuk menunda serangan menandai langkah diplomatik sementara di tengah ketegangan regional, sementara dampak ekonomi dan keamanan tetap menjadi perhatian utama bagi negara-negara di sekitarnya.

Donald Trumpserangan pembangkit listrik Iranmenunda seranganharga minyak BrentSelat Hormuzpemogokan jaringan listrik Telukinflasi global

Komentar

Memuat komentar...