Tyo Nugros Dicekal Keluar Negeri, Pengecatan Piutang Negara
Gambar atau konten salah?
Drummer Tyo Nugros dicekal keluar negeri karena ada piutang negara yang harus diselesaikan oleh suatu badan usaha terkait dirinya. Akibatnya, ia dicekal di Bandara Soekarno‑Hatta saat hendak berangkat ke Malaysia untuk tampil dalam konser Dewa 19 pada 06 Juni 2026.
Menurut Adi Wibowo, Kepala Subdirektorat Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), pencekalan terhadap Tyo Nugros dilakukan sesuai perkembangan pengurusan piutang negara yang sedang berjalan. “Jangka waktu mengikuti ketentuan yang berlaku. Yang pasti, setiap upaya akan selalu dievaluasi sesuai perkembangan pengurusan piutang negara yang sedang berjalan,” kata Adi pada 11 Juni 2026.
Adi menegaskan bahwa proses pencekalan dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku. Ia tidak dapat mengungkapkan rincian lebih lanjut, termasuk jumlah piutangnya ke negara. “Setiap proses dilakukan sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Sekali lagi karena ini menyangkut informasi yang bersifat individual, mohon dimaklumi kalau tidak semua detail bisa disampaikan,” ucapnya.
Proses penyelesaian piutang negara ini sudah berlangsung cukup lama. Adi menjelaskan bahwa piutang tersebut masih harus diselesaikan oleh suatu badan usaha tertentu yang berkaitan dengan Tyo Nugros. “Jadi yang sedang ditangani adalah proses penyelesaian piutang negara yang terkait dengan suatu badan usaha tertentu dan ini telah berlangsung dalam cukup lama,” jelasnya.
Keputusan ini menandai langkah resmi pemerintah dalam menegakkan kewajiban pembayaran kepada negara. Situasi ini mencerminkan prosedur hukum yang ketat terhadap pelanggaran kewajiban fiskal, meski detail lengkapnya tetap bersifat pribadi dan tidak dapat dipublikasikan secara terbuka.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
