UEA Kembali Buka Sekolah dan Kampus Pasca Serangan Iran

Iwan D. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 89 dibaca
Bisik.id
UEA Kembali Buka Sekolah dan Kampus Pasca Serangan Iran

Gambar atau konten salah?

Di Uni Emirat Arab (UEA), sekolah-sekolah sempat beralih ke pembelajaran jarak jauh (PJJ) karena serangan Iran. Sekarang, mulai Senin, 11 Mei 2026, semua sekolah kembali mengajar secara tatap muka.

Kementerian Pendidikan UEA mengumumkan bahwa semua siswa, guru, dan staf administrasi di sekolah negeri, swasta, serta taman kanak‑kanak di seluruh UEA akan kembali ke kelas. Keputusan ini diambil setelah pemantauan terus‑menerus dan koordinasi dengan pihak berwenang untuk memastikan proses pendidikan dan penilaian akademik tetap berjalan.

Tak hanya sekolah, kampus-kampus di UEA juga memulai pembelajaran tatap muka pada hari yang sama. Kementerian Pendidikan Tinggi dan Riset Ilmiah menginformasikan bahwa semua perguruan tinggi negeri, swasta, dan lembaga pendidikan tinggi di negara ini akan melanjutkan kelas tatap muka.

Program ini berlaku bagi mahasiswa, staf akademik, dan karyawan administrasi di seluruh negeri, setelah periode sementara PJJ yang diaktifkan sebagai tindakan pencegahan di tengah ketegangan regional.

Kedua kementerian menegaskan bahwa lembaga pendidikan akan terus menerapkan protokol keselamatan yang telah disetujui. Prosedur ini bertujuan mendukung kelancaran kegiatan belajar mengajar baik di sekolah maupun di kampus.

Koordinasi dengan lembaga pendidikan di seluruh negeri akan terus dilakukan agar kembalinya pembelajaran di kelas berjalan lancar. Pihak berwenang juga menyatakan bahwa TK hingga perguruan tinggi tetap siap mengaktifkan model pembelajaran alternatif jika diperlukan, tergantung perkembangan dan penilaian berkelanjutan.

Kementerian menambahkan bahwa setiap pembaruan lebih lanjut akan diumumkan melalui saluran resmi. Ini menandakan kesiapan pemerintah untuk menyesuaikan kebijakan bila situasi berubah.

Semua sekolah dan kampus sebelumnya beralih ke PJJ pada 5 hingga 8 Mei 2026 akibat serangan Iran. Langkah ini diambil sebagai tindakan pencegahan saat ketegangan regional meningkat dan adanya peringatan darurat terkait rudal dan drone oleh sistem pertahanan udara UEA.

Situasi keamanan memanas setelah Kementerian Pertahanan melaporkan bahwa sistem pertahanan udara mereka berhasil mencegat sejumlah rudal balistik, rudal jelajah, serta kendaraan udara tak berawak (UAV) yang menargetkan wilayah kedaulatan UEA.

Insiden paling serius terjadi pada Senin, 4 Mei 2026 dini hari, ketika kebakaran besar melanda Zona Industri Minyak Fujairah. Wilayah ini, pusat energi vital di pesisir timur UEA, menjadi sasaran serangan drone yang diluncurkan dari Iran.

Otoritas setempat di Fujairah mengonfirmasi adanya korban jiwa. Tiga warga negara India dilaporkan mengalami luka sedang dan dilarikan ke rumah sakit untuk perawatan medis.

Ketegangan di kawasan Teluk meningkat drastis setelah Amerika Serikat (AS) dan Israel meluncurkan serangan udara ke Iran pada 28 Februari 2026. Serangan tersebut memicu aksi balasan dari Teheran yang menargetkan Israel serta sekutu‑sekutu AS di Teluk, termasuk penutupan Selat Hormuz.

Secara keseluruhan, UEA berhasil mengembalikan kegiatan pendidikan ke tatap muka setelah periode PJJ singkat. Keputusan ini diambil sambil tetap menjaga protokol keselamatan dan kesiapan sistem pertahanan udara, mengingat situasi regional yang masih rentan terhadap serangan. Kementerian Pendidikan dan Pendidikan Tinggi menegaskan kesiapan untuk menyesuaikan kebijakan bila diperlukan, memastikan proses belajar tetap berjalan meski dihadapkan pada ketegangan geopolitik.

Pembelajaran tatap mukaSerangan IranUni Emirat ArabPJJSistem pertahanan udaraFujairahKetegangan regional

Komentar

Memuat komentar...