Ular Sanca 5 Meter Ditangkap, Dipindahkan ke BKSDA Maros
Gambar atau konten salah?
Di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, seekor ular sanca kembang sepanjang 5 meter membuat kegaduhan ketika muncul di kawasan permukiman. Hewan melata itu terlihat agresif, sehingga proses evakuasi berlangsung dramatis.
Ular tersebut ditemukan di pekarangan rumah warga di Jalan Kompleks Perhubungan Udara, Kelurahan Bontoa, Kecamatan Mandai, pada Senin, 11 Mei 2026 sekitar pukul 10.00 Wita. Warga segera melaporkan kemunculan ular ke Damkar Maros.
“Tim langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan penyisiran di sekitar halaman rumah. Ular ditemukan bersembunyi di area semak‑semak,” kata Heri, anggota Divisi Rescue Dinas Pemadam Kebakaran Maros, pada Selasa, 12 Mei 2026. Ia menjelaskan bahwa ular sempat melakukan perlawanan saat akan dievakuasi.
Meskipun ular bergerak agresif, personel Damkar tidak mengalami kesulitan mengevakuasi menggunakan grab stick. “Panjang ular kurang lebih sekitar 5 meter. Saat dievakuasi sempat bergerak agresif, tetapi anggota berhasil mengendalikan situasi sehingga ular bisa diamankan tanpa menimbulkan korban,” tambah Heri.
Proses evakuasi menjadi tontonan bagi warga di sekitar lokasi. Dalam rekaman video, terlihat dua petugas Damkar berusaha menangkap ular dengan grab stick. Ular itu sempat mematuk alat tersebut, namun seorang petugas berhasil menangkap kepala ular. Selanjutnya, ular ditarik dan diletakkan di tanah.
Setelah dievakuasi, ular tersebut diserahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulsel untuk penanganan lebih lanjut. “Ular tersebut diserahkan ke BKSDA Sulsel. Kami imbau kepada warga untuk melaporkan ke damkar jika menemukan hewan liar,” ujar Heri.
Kejadian ini menegaskan pentingnya kewaspadaan warga terhadap hewan liar di daerah permukiman. Evakuasi yang cepat dan koordinasi antara warga dan petugas Damkar membantu menghindari potensi cedera, sekaligus memastikan ular dapat dipelihara di fasilitas konservasi yang sesuai.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
