Unesa Ungkap Joki UTBK 2026: Pelamar Madura Terlibat Penipuan

Yanto K. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 88 dibaca
Bisik.id
Unesa Ungkap Joki UTBK 2026: Pelamar Madura Terlibat Penipuan

Gambar atau konten salah?

On 21 April 2026, the first day of the UTBK SNBT 2026 at Unesa in Surabaya, cheating incidents surfaced. The university announced that a cheating service had been uncovered, allegedly hired by a student from Madura.

Vice Rector for Education, Student Affairs, and Alumni Martadi said the joki was trained to memorize user identities. He added that when the university asked him in Madurese, he could not respond.

"Kemarin ketika yang bersangkutan kita tanya, katanya dia orang Madura. Begitu kita tanya pakai bahasa Madura, dia enggak bisa. Nah, berarti ya memang anak yang di-joki dari pulau itu. Makanya mengakunya seperti itu,"

Martadi further explained that the joki from Madura had chosen a favorite program at a state university in Jawa Timur, specifically kedokteran.

"Iya, yang di-joki dari Madura dari sana. Mengambil jurusan kedokteran. Kedokteran perguruan tinggi negeri di Jawa Timur,"

The joki, identified as H, was about 23-24 tahun old and male, coming from Surabaya. The client was also a male. During questioning, the joki appeared calm, showing no signs of nervousness.

"Tidak ada raut bahwa dia apa namanya gemetar, sama sekali tidak. Dia benar-benar sangat tenang. Kemudian dengan kebohongan-kebohongan itu dia merasa sangat tenang,"

He initially changed his statements but eventually admitted to being a joki. He said, "Dia bilang, 'Saya enggak dibayar.' Saya bilang, 'Enggak mungkin kamu orang pintar, melakukan sebuah risiko tanpa kamu dibayar. Enggak mungkin.' Jadi akhirnya hal-hal semacam itu yang kemudian membuat mereka semakin di akhir mengatakan, 'Ya, saya joki',"

Martadi spoke to reporters at the Gedung Rektorat on 22 April 2026, describing the incident and the university’s response.

Cheating in high‑stakes exams like the UTBK undermines fairness and can damage the credibility of the admission process. The case highlights the need for stronger safeguards and stricter enforcement against external cheating services.

UTBK SNBT 2026UnesajokiMadurakedokterankeadilanproses penerimaan

Komentar

Memuat komentar...