UPF: Tidak Semua Makanan Olahan Jadi Tidak Sehat Serta
Gambar atau konten salah?
Istilah ultra-processed food (UPF) kini sering muncul di media sosial. Banyak orang langsung menilai makanan kemasan sebagai UPF dan menilainya otomatis tidak sehat, meski sebenarnya tidak semua produk olahan memiliki karakteristik yang sama.
Beberapa produk yang sering disebut sebagai UPF memang mengandung protein, vitamin, mineral, atau zat gizi lain yang dibutuhkan tubuh. Namun, perbedaan komposisi dan tambahan bahan dapat memengaruhi klasifikasinya.
Berikut daftar makanan yang kerap dianggap UPF, namun belum tentu memiliki dampak kesehatan yang sama:
-
Sarden Kalengan
Faktanya: Bisa Processed Foods atau Ultra-Processed Foods
Klasifikasi tergantung komposisinya. Jika hanya ikan, garam, minyak, atau saus tomat sederhana, biasanya lebih dekat ke processed foods. Namun, bila ada banyak tambahan seperti perisa, pengental, pemanis, atau aditif lain, sebagian produk bisa masuk kategori ultra-processed foods. -
Susu UHT
Faktanya: Belum tentu Ultra-Processed Foods
Susu UHT plain tanpa banyak tambahan sering diperdebatkan klasifikasinya. Sebagian peneliti memasukkannya ke processed foods, sementara produk susu dengan tambahan perisa, pemanis, atau formulasi kompleks lebih sering masuk ultra-processed foods. -
Yogurt
Faktanya: Tidak semua produk punya dampak yang sama
Yogurt sering ikut masuk pembahasan UPF, terutama produk yogurt kemasan dengan tambahan perisa atau pemanis. Namun, beberapa penelitian menemukan bahwa produk seperti yogurt menunjukkan hasil berbeda dibanding kelompok UPF lain yang lebih sering dikaitkan dengan risiko kesehatan lebih tinggi. -
Nugget dan Bakso
Faktanya: Banyak yang masuk Ultra-Processed Foods
Karena umumnya merupakan produk formulasi industri dengan tambahan pengikat, pengawet, flavoring, atau aditif lain. Namun bakso tradisional dengan komposisi sederhana bisa berbeda klasifikasinya dibanding produk industri massal. -
Whole-Grain Bread atau Sereal Tertentu
Faktanya: Banyak yang masuk Ultra-Processed Foods
Dalam sistem NOVA, beberapa whole-grain breads dan sereal tetap bisa masuk ultra-processed foods karena proses formulasi dan penggunaan bahan tambahan tertentu. Meski begitu, beberapa studi menunjukkan dampak kesehatannya tidak selalu sama dengan kelompok UPF lain seperti sugary drinks atau processed meat.
Perlu diingat bahwa label UPF tidak otomatis menandakan makanan itu tidak sehat. Klasifikasi lebih bergantung pada proses produksi, bahan tambahan, dan komposisi nutrisi. Sementara beberapa produk olahan memang mengandung zat tambahan yang dapat memengaruhi kesehatan, tidak semua produk dalam kategori tersebut memiliki efek negatif yang sama.
Oleh karena itu, ketika menilai makanan, penting melihat isi dan tambahan bahan, bukan hanya label kemasan. Keterbatasan sistem klasifikasi juga dapat membuat beberapa produk terjebak di kategori yang tidak sepenuhnya akurat. Memahami perbedaan ini membantu konsumen membuat pilihan yang lebih tepat sesuai kebutuhan gizi dan kesehatan pribadi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Air Kelapa 15 Hari: Hidrasi, Pencernaan, Berat Badan
Almond vs. Kacang Tanah: Pilihan Nutrisi Jantung Kesehatan
Goo Hye Sun Turun 13 kg: Diet Rendah Sodium Jadi Kunci
Precommitment: Cara Mudah Hindari Makanan Tidak Sehat Saat Stres
Lima Makanan Kunci Sehari‑hari untuk Mendukung Tiroid Harus Diperhatikan
Waktu Tepat Minum Kopi: Panduan Praktis untuk Kewaspadaan
Berita Terbaru
Operasi Patuh 2026: 14 Hari Tepatkan Lalu Lintas Nasional
Vlahovic Bebas: Arsenal Tertarik, Juventus Tak Berikan Kontrak
Fabiola Elizabeth Tersangka Penipuan Online Internasional
Pedagang Valas Kaki Lima di Jalan Kwitang Terima Dolar Rusak
Kebakaran 4 Ha di Bangka Barat Padam dalam 1 Jam pada 3 Juni
Khutbah Jumat Akhir Tahun: Refleksi dan Muhasabah 1447 H
Curacao masuk Piala Dunia 2026, Chong satu pemain asli
