Usia di Bawah 35 Kunci Kesuksesan Egg Freezing Untuk Wanita

Agus P. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 76 dibaca
Bisik.id
Usia di Bawah 35 Kunci Kesuksesan Egg Freezing Untuk Wanita

Gambar atau konten salah?

Prosedur pembekuan sel telur, atau egg freezing, menjadi pilihan bagi banyak wanita yang ingin mengunci kesuburan mereka untuk masa depan. Namun, prosedur ini tidak menjamin secara mutlak bahwa seseorang akan dapat memiliki anak nanti.

Menurut dr M Luky Satria Syahbana Marwali, SpOG, SubspKFER dari Brawijaya Hospital Antasari, keberhasilan teknik ini sangat bergantung pada satu faktor biologis utama: usia saat sel telur dipanen. Ia menegaskan bahwa usia di bawah 35 tahun adalah jangka waktu yang paling sesuai untuk mendapatkan hasil maksimal.

“Itu dia cukup mengumpulkan telur antara 15 sampai 20 telur, untuk kemungkinan keberhasilan kehamilan bisa sampai 80 hingga 90 persen untuk jadi satu bayi,” papar dr Luky saat diwawancarai detikcom, Senin (25 Mei 2026).

Ketika wanita memutuskan melakukan pembekuan sel telur pada usia matang, misalnya 40 tahun, tantangannya menjadi jauh lebih berat. Kualitas sel telur menurun drastis, sehingga jumlah telur yang perlu dikumpulkan harus meningkat secara signifikan untuk menjaga peluang kehamilan.

“Misalnya usia 40, itu telurnya memang dikumpulkan banyak banget. Lebih dari 20, bisa 30, bisa 40 telur,” jelas dr Luky.

Semakin tua, pasokan sel telur yang dapat dipanen dalam satu siklus semakin menipis. Pasien harus bersedia mengeluarkan biaya lebih dan menahan rasa sakit akibat proses suntik hormon yang berulang.

“Kalau misalnya umurnya 40, saya udah egg freezing, berapa telurnya? 5, 10, kurang banget. Sementara, semakin tua telur yang didapat mungkin sedikit,” kata dr Luky.

Karena itu, pasien biasanya harus melakukan stimulasi ovarium beberapa kali hingga berhasil mengumpulkan jumlah telur yang cukup.

“Jadi, dia harus ngulang stimulasi beberapa kali sampai mengumpulkan telur yang cukup,” lanjutnya.

Data global yang dirilis oleh Human Fertilisation and Embryology Authority (HFEA) menunjukkan bahwa mayoritas wanita baru membekukan sel telur mereka pada usia rata-rata 38 tahun. Meskipun para ahli sangat menyarankan prosedur ini dilakukan sebelum usia 35 tahun untuk memaksimalkan peluang keberhasilan melalui program bayi tabung atau In Vitro Fertilization (IVF), realitasnya berbeda.

Menurut laporan ilmiah yang dikutip BBC, peluang melahirkan bayi dari sel telur yang dibekukan pada akhir 40-an sangat tipis, bahkan mendekati nihil. Hal ini disebabkan oleh penuaan indung telur yang berlangsung lebih cepat dibanding organ tubuh lainnya, meningkatkan risiko keguguran atau kelainan kromosom.

Untuk yang ingin meningkatkan kesuburan, ada video Video: Tips Meningkatkan Kesuburan Wanita yang Ingin Cepat Hamil yang dapat dijadikan referensi tambahan.

Kesimpulannya, meski egg freezing menawarkan opsi bagi wanita yang belum siap memiliki anak, usia tetap menjadi faktor kunci. Memilih waktu yang tepat—ideally sebelum 35 tahun—dan memahami bahwa prosedur ini tidak menjamin keberhasilan dapat membantu membuat keputusan yang lebih bijaksana.

pembekuan sel telurusiakeberhasilanIVFHFEAstimulasi ovariumBrawijaya Hospital

Komentar

Memuat komentar...