Video Letusan Krakatau Viral, Petugas: Itu Rekaman Lama

Tika M. · 3 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Video Letusan Krakatau Viral, Petugas: Itu Rekaman Lama

Gambar atau konten salah?

Sebuah video yang memperlihatkan letusan besar Gunung Anak Krakatau (GAK) lengkap dengan semburan api di malam hari tengah ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial. Rekaman berdurasi kurang lebih 10 detik itu menampilkan pijaran api yang membumbung tinggi dari kawah, disertai kepulan asap tebal yang mengepul ke udara.

Dalam video tersebut, disebutkan bahwa pengambilan gambar dilakukan dari atas kapal yang tengah melintas di perairan Selat Sunda. Namun, bagi yang melihatnya, rekaman ini tentu langsung memicu beragam reaksi dan kekhawatiran dari warganet. Banyak yang bertanya-tanya apakah ini merupakan tanda dari aktivitas terbaru gunung yang kini berstatus Siaga.

Andi Suwardi, petugas dari Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, memberikan klarifikasi tegas. Ia memastikan bahwa video yang beredar luas tersebut bukanlah dokumentasi dari kondisi terkini Gunung Anak Krakatau. "Video itu bukan kondisi Gunung Anak Krakatau saat ini. Aktivitas yang terjadi sekarang tidak seperti yang terlihat dalam rekaman tersebut," ujar Andi saat dikonfirmasi pada Sabtu, 4 Juli 2026.

Menurut hasil pemantauan yang dilakukan oleh timnya, letusan terakhir dari Gunung Anak Krakatau tercatat terjadi pada Jumat, 3 Juli 2026, sekitar pukul 15.00 WIB. Sejak saat itu hingga Sabtu siang, belum ada lagi aktivitas erupsi yang teramati dari gunung tersebut. Artinya, kondisi gunung saat ini relatif tenang dan tidak mengalami letusan lanjutan seperti yang ditunjukkan dalam video yang viral.

Meskipun demikian, Andi menegaskan bahwa status Gunung Anak Krakatau tetap berada di Level III atau Siaga. Masyarakat diminta untuk tidak lengah dan tetap mematuhi rekomendasi yang telah dikeluarkan oleh badan geologi. Rekomendasi tersebut melarang segala bentuk aktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat kawah. "Kami mengimbau masyarakat, nelayan maupun wisatawan tidak memasuki zona bahaya yang telah ditetapkan," tegas Andi.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Yuni Iswandari, juga angkat bicara menanggapi beredarnya video tersebut. Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya, terutama yang berasal dari media sosial. Yuni meminta agar masyarakat selalu merujuk pada sumber informasi resmi, seperti Badan Geologi, BMKG, BPBD, maupun pemerintah daerah, ketika ingin mengetahui perkembangan terbaru aktivitas Gunung Anak Krakatau. "Jangan langsung menyebarkan informasi yang belum terverifikasi karena bisa memicu keresahan di masyarakat," kata Yuni.

Lonjakan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau sebenarnya sudah terdeteksi beberapa hari sebelumnya. Badan Geologi Kementerian ESDM telah resmi menaikkan status aktivitas gunung tersebut dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) pada Kamis, 2 Juli 2026. Keputusan ini diambil setelah terjadi peningkatan aktivitas vulkanik yang cukup signifikan. Beberapa indikator yang mendasari kenaikan status ini antara lain meningkatnya jumlah gempa vulkanik dangkal, tingginya emisi gas sulfur dioksida (SO₂), adanya deformasi atau perubahan bentuk pada tubuh gunung, hingga terjadinya erupsi kecil.

Video yang viral itu bukanlah cerminan dari kondisi saat ini. Aktivitas erupsi yang terekam kemungkinan besar adalah kejadian lama yang diunggah ulang. Yang pasti, masyarakat diminta untuk tetap waspada dan mematuhi zona larangan. Otoritas terus memantau perkembangan gunung dan akan menyampaikan informasi resmi jika ada perubahan signifikan.

Secara keseluruhan, situasi Gunung Anak Krakatau masih dalam pengawasan ketat. Masyarakat di sekitar Selat Sunda, termasuk nelayan dan wisatawan, diharapkan tidak mendekati kawah dalam radius 3 kilometer serta mengikuti semua arahan dari pihak berwenang. Informasi yang tidak terverifikasi, seperti video yang beredar, sebaiknya tidak disebarkan lebih lanjut agar tidak menimbulkan kepanikan yang tidak perlu.

Gunung Anak KrakatauVideo Viral LetusanStatus SiagaKlarifikasi PVMBGZona Radius BahayaInformasi ResmiSelat Sunda

Komentar

Memuat komentar...