Viktor Axelsen pensiun 32 tahun setelah emas Paris Olimpiade

Dani L. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 95 dibaca
Bisik.id
Viktor Axelsen pensiun 32 tahun setelah emas Paris Olimpiade

Gambar atau konten salah?

Viktor Axelsen, pemilik gelar dunia bulu tangkis, mengumumkan pensiun pada usia 32 tahun setelah meraih emas di Olimpiade Paris 2024. Keputusan ini datang setelah ia berkonsultasi dengan ahli bedah dan dokter yang pernah menanganinya.

“Keputusan ini telah dibuat setelah berkonsultasi dengan ahli bedah yang mengoperasi saya tahun lalu, serta dokter-dokter yang telah bekerja sama dengan saya. Mereka mengatakan bahwa dengan rasa sakit yang saya alami sekarang, kemungkinan besar akan diperlukan operasi lagi, dan jika operasi itu tidak berjalan lancar, prosedur yang lebih serius mungkin diperlukan,” kata Axelsen kepada Badminton Europe dikutip Rabu (15 April 2026).

Masalah punggung Axelsen bermula pada 2018, ketika ia mengalami cedera saat melakukan back squat. Punggungnya “menyerah” dan ia harus berjuang melawan rasa sakit selama bertahun-tahun. Sekali lagi, sakitnya meledak pada enam minggu sebelum Olimpiade Paris 2024, ketika ia bertanding di Singapura.

“Saya sangat stres karena Olimpiade sudah dekat,” kenang Axelsen. Untuk tetap kompetitif, ia harus menerima suntikan pereda nyeri langsung ke punggungnya agar bisa berdiri tegak dan bertanding. Meskipun ia berhasil meraih emas, rasa sakitnya menjadi “tak tertahankan” setelah Olimpiade. Ia harus mengonsumsi banyak obat pereda nyeri dan obat saraf setiap hari, namun hasilnya nihil.

Diagnosis resmi menyatakan bahwa ia mengalami herniasi diskus (saraf terjepit) pada area L4-L5. Cakram sendinya menonjol dan menekan saraf, menyebabkan nyeri hebat yang menjalar hingga ke kaki kirinya. Ayahnya, yang juga menjadi manajernya, menceritakan betapa memilukannya melihat Viktor di All England 2024.

“Ia bergerak seperti orang kikuk di lapangan karena menahan sakit. Ia tahu jika ia bugar, ia adalah yang terbaik, tapi selama dua-tiga tahun terakhir ia benar-benar berjuang melawan itu,” ungkap sang ayah.

Pada April 2025, Axelsen menjalani operasi endoskopi punggung. Prosedur ini bertujuan mengangkat bagian diskus yang menekan saraf agar rasa sakit dan kesemutan di area kaki bisa hilang. Meskipun ia sempat kembali ke lapangan dan memenangkan emas di Paris, ia mengakui bahwa ia harus bergantung pada berbagai tindakan medis agar tetap bisa berdiri tegak, mulai dari suntikan epidural sampai terapi intensif.

Namun, pada Oktober tahun lalu, kondisinya mengalami kemunduran signifikan. Rasa sakit kembali muncul meski ia tidak sedang bertanding, menandakan struktur punggungnya sudah tidak sanggup lagi menopang tuntutan latihan level tinggi.

“Mengambil keputusan ini sangat sulit dan terkadang terasa tidak adil. Pada saat yang sama, tubuh saya telah melakukan pekerjaan yang luar biasa selama bertahun-tahun, dan saya melihatnya sebagai sebuah hak istimewa yang besar karena dapat bermain, berlatih, dan memenangkan begitu banyak turnamen besar di level tertinggi. Sangat sedikit orang yang dapat mengalami apa yang telah saya alami dan bertemu begitu banyak orang yang luar biasa,” tandasnya.

Axelsen menutup karirnya dengan mengakui bahwa ia telah menempuh perjalanan panjang. Ia memuji rekan-rekannya, pelatih, dan keluarga yang selalu mendukung. Ia juga menekankan pentingnya kesehatan bagi para atlet, terutama yang menghadapi cedera kronis.

Returannya menandai akhir era dominasi Viktor Axelsen di lapangan bulu tangkis. Meskipun ia masih memiliki prestasi gemilang, keputusan pensiun tersebut menegaskan bahwa kesehatan tubuh tetap menjadi prioritas utama bagi setiap atlet.

Viktor Axelsenpensiunbulu tangkisOlimpiade Paris 2024herniasi diskusoperasi endoskopi punggungkesehatan atletcedera kronis

Komentar

Memuat komentar...