Viral! Wisawatan Keluhkan Biaya Berlapis di Situ Bagendit
Gambar atau konten salah?
Seorang wisatawan asal Jakarta mengeluhkan biaya berlapis di Situ Bagendit, Garut. Keluhannya viral di media sosial. Tempatnya nyaman, katanya. Tapi hampir semua hal harus dibayar.
Video keluhan itu diunggah di akun TikTok @ishtobir pada Minggu, 05 Juli 2024. Dalam unggahannya, ia mengaku tinggal di Garut dan sudah beberapa kali berkunjung ke Situ Bagendit. "Gua orang Jakarta yang tinggal di Garut. Udah berapa kali ya ke sini, ke Situ Bagendit. Tempatnya sih nyaman, tapi apa-apa bayar," ujarnya dalam video tersebut.
Ia merinci berbagai biaya yang harus dikeluarkan. Tiket masuk sebesar Rp15.000. Setelah masuk, pengunjung harus membayar lagi untuk duduk di tempat beralas tikar. Bahkan, menggunakan toilet pun dikenakan biaya. "Toilet aja bayar. Ngapain ada tiket masuk. Tiket masuk Rp 15 ribu, ke toilet bayar. Terus mau duduk di sana, bayar juga," keluhnya.
Pria itu mengaku tidak mempermasalahkan besaran biaya. Bukan soal Rp2.000 atau Rp5.000. Ia mempertanyakan fungsi tiket masuk. "Bukan masalah dua ribunya, gocengnya, tapi tiket masuk buat apa," kata pria tersebut.
Ia memahami jika ada fasilitas tertentu yang memang berbayar, seperti sepeda air angsa atau rakit. Tapi ia menyayangkan wisatawan masih harus merogoh kocek lagi untuk ke toilet. Fasilitas dasar seperti toilet, menurutnya, seharusnya sudah termasuk dalam tiket masuk.
Video itu ramai dibahas di TikTok. Puluhan ribu pengguna menontonnya. Beragam komentar muncul. Seorang pengguna dengan nama @Im***** berkomentar, "Tiket masuk murah... pas masuk sagala mayar jadi hoream." Artinya, tiket masuk murah, tapi begitu masuk semuanya bayar jadi malas.
Pengguna lain dengan nama @Ma****** menambahkan, "Lama lama sepi pengunjung klo apa apa bayar boss." Ia memperingatkan bahwa pengunjung akan berkurang jika semua fasilitas berbayar.
Menanggapi keluhan ini, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut, Beni Yoga, angkat bicara. Ia mengatakan akan melakukan penelusuran. "Saya konfirmasi ke UPTD," ungkap Beni singkat saat dimintai konfirmasi. Namun hingga saat ini, belum ada perkembangan lebih lanjut dari penelusuran tersebut.
Keluhan soal biaya berlapis di Situ Bagendit sebenarnya bukan hal baru. Beberapa waktu lalu, Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, juga menemukan fakta serupa saat melakukan inspeksi mendadak. Saat itu, Putri meminta pengelola tidak memungut biaya toilet. Menurutnya, toilet adalah fasilitas yang sudah seharusnya didapat pengunjung setelah membayar tiket masuk. Namun faktanya, praktik itu masih terjadi hingga kini.
Keluhan wisatawan ini menyoroti praktik pengelolaan destinasi wisata yang kerap membebani pengunjung dengan biaya tambahan. Tiket masuk seharusnya mencakup akses ke fasilitas dasar seperti toilet. Jika tidak, fungsi tiket masuk menjadi dipertanyakan. Pengelola perlu mengevaluasi kebijakan ini agar tidak mengurangi kenyamanan dan minat wisatawan untuk berkunjung.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Promo Akhir Juli: Tiket Trans Studio Cibubur Mulai Rp398 Ribu
Piala Dunia 2026 Gagal Tarik Lonjakan Wisatawan
'Timuran di Bekasi' Hadirkan Musik Santai dan Games Seru
Nemuru Ciawi Siapkan Paket Liburan Sekolah Anak
Bandara Husein Sastranegara Resmi Jadi Bandara Internasional
13 Terluka dalam Lari Banteng San Fermin
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
