15 Turis India Tewas dalam Kecelakaan Kapal di Phu Quoc
Gambar atau konten salah?
Sebuah kecelakaan laut terjadi di perairan Vietnam selatan. Kapal wisata yang membawa puluhan orang terbalik di lepas pantai Pulau Phu Quoc. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu, 11 Juli 2025.
Setidaknya 15 wisatawan asal India dilaporkan tewas dalam insiden tersebut. Kapal tersebut mengangkut total 36 orang. Rinciannya, 32 wisatawan India, tiga awak kapal, dan satu petugas pendamping. Sebanyak 21 orang berhasil selamat dari kecelakaan ini.
Berita tentang kecelakaan ini pertama kali disiarkan oleh media lokal VnExpress. Kedutaan Besar India di Vietnam langsung merespons. Mereka menyatakan tengah memantau perkembangan situasi. Pihak kedutaan juga telah membuka pusat tanggap darurat di dua kota, yaitu Ho Chi Minh City dan Hanoi. Pusat ini bertujuan membantu keluarga para korban yang terdampak.
"Detail pasti mengenai insiden ini masih terus dipastikan seiring operasi pencarian dan penyelamatan yang masih berlangsung oleh otoritas setempat," demikian pernyataan resmi dari Kedutaan Besar India. Mereka menyebut kejadian tersebut sebagai sebuah tragedi.
Berdasarkan keterangan dari otoritas setempat, kapal tersebut sedang berlayar dari Pulau Hon May Rut menuju Pelabuhan An Thoi. Kapal kemudian terbalik sekitar 400 meter dari garis pantai. Kondisi laut saat kejadian dilaporkan cukup buruk. Ombak besar diduga menjadi salah satu penyebab utama kapal kehilangan keseimbangan hingga akhirnya terbalik.
Pulau Phu Quoc sendiri merupakan pulau terbesar di Vietnam. Tempat ini menjadi salah satu destinasi wisata paling populer di negara tersebut. Dalam beberapa tahun terakhir, pulau ini menjadi tujuan favorit wisatawan asal India. Daya tariknya meliputi pantai yang indah, resor mewah, serta kemudahan akses penerbangan internasional.
Operasi pencarian dan penyelamatan masih terus dilakukan oleh otoritas setempat. Tujuannya untuk memastikan tidak ada korban lain yang masih hilang atau belum ditemukan.
Kecelakaan kapal wisata ini menjadi pengingat akan risiko perjalanan laut, terutama saat kondisi cuaca buruk. Dari total 36 penumpang, hampir setengahnya menjadi korban jiwa, sementara lebih dari separuhnya berhasil selamat. Angka ini menunjukkan betapa cepat dan dahsyatnya kejadian tersebut.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Promo Akhir Juli: Tiket Trans Studio Cibubur Mulai Rp398 Ribu
Piala Dunia 2026 Gagal Tarik Lonjakan Wisatawan
'Timuran di Bekasi' Hadirkan Musik Santai dan Games Seru
Nemuru Ciawi Siapkan Paket Liburan Sekolah Anak
Bandara Husein Sastranegara Resmi Jadi Bandara Internasional
13 Terluka dalam Lari Banteng San Fermin
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
