Wabah Hantavirus: 11 Kasus Terlapor, Kapal MV Hondius

Rini S. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 85 dibaca
Bisik.id
Wabah Hantavirus: 11 Kasus Terlapor, Kapal MV Hondius

Gambar atau konten salah?

11 kasus hantavirus telah dilaporkan hingga 12 Mei 2026. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa jumlah kasus dapat bertambah karena masa inkubasi virus yang panjang.

Wabah ini bermula ketika kapal pesiar MV Hondius berlayar dari Argentina pada 1 April 2026. Kapal membawa hampir 150 penumpang yang melakukan wisata alam di wilayah terpencil di seluruh dunia.

Dari total kasus yang terdeteksi, 9 sudah terkonfirmasi melalui tes laboratorium, sementara 2 lainnya masih berstatus suspek. 3 orang dilaporkan meninggal dunia, yakni pasangan asal Belanda dan satu warga Jerman.

Salah satu penumpang asal Amerika Serikat, Jake Rosmarin, kini menjalani karantina di University of Nebraska Medical Center (UNMC), Omaha, Nebraska. Ia bersama 15 warga Amerika lainnya ditempatkan di National Quarantine Center setelah kembali dari pelayaran tersebut.

Saya senang berada di tempat di mana kami dirawat dengan baik dan mendapat perhatian medis jika sesuatu terjadi,” kata Rosmarin kepada NBC News.

Rosmarin mengaku sempat ketakutan saat mengetahui adanya wabah hantavirus di kapal. Namun setelah mencari informasi lebih lanjut, ia sedikit lebih tenang karena penyakit tersebut sudah cukup dikenal di dunia medis.

Meski tidak mengalami gejala dan belum dinyatakan positif, Rosmarin tetap berada dalam pengawasan ketat. Dua warga Amerika lain bahkan ditempatkan di unit biokontainmen sebagai langkah antisipasi.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut masa inkubasi hantavirus bisa mencapai 42 hari. Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan kemungkinan masih akan muncul kasus baru dalam beberapa pekan mendatang.

Kita mungkin akan melihat lebih banyak kasus dalam beberapa minggu ke depan,” ujarnya, dikutip dari NBC News, Rabu 13 Mei 2026.

Pejabat kesehatan Amerika Serikat menegaskan risiko penularan ke masyarakat umum masih rendah. Varian Andes dari hantavirus disebut tidak mudah menyebar dan umumnya membutuhkan kontak dekat berkepanjangan dengan pasien bergejala.

Risiko bagi masyarakat umum tetap sangat rendah,” kata Asisten Menteri Kesehatan AS Brian Christine.

Saat ini WHO masih menyelidiki sumber wabah. Salah satu dugaan mengarah pada aktivitas pengamatan burung di Argentina selatan yang diikuti salah satu korban sebelum naik kapal pesiar.

Kasus positif hantavirus Andes virus juga telah ditemukan di Prancis, Spanyol, dan Swiss. Otoritas kesehatan di sejumlah negara kini terus memantau para penumpang dan orang-orang yang sempat melakukan kontak erat dengan mereka.

Sementara itu, seluruh penumpang MV Hondius telah turun dari kapal. Sebanyak 27 awak kapal yang tersisa kini berlayar menuju Rotterdam, Belanda, dan tiba akhir pekan ini.

Wabah hantavirus yang bermula dari pelayaran MV Hondius menambah beban pengawasan kesehatan global. Meskipun jumlah kasus masih terbatas, WHO dan otoritas kesehatan di berbagai negara tetap memantau situasi dengan ketat, menekankan risiko penularan ke masyarakat umum masih rendah.

hantavirusMV HondiusWHOkapal pesiarinkubasikarantina

Komentar

Memuat komentar...