Wanita Taiwan: Sembelit Kronis Usus Panjang, Operasi Terancam

Dani L. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 91 dibaca
Bisik.id
Wanita Taiwan: Sembelit Kronis Usus Panjang, Operasi Terancam

Gambar atau konten salah?

Di Taiwan, sebuah kisah tentang seorang wanita menimbulkan kehebohan di media sosial. Ia membagikan pengalaman hidupnya yang dipenuhi sembelit kronis.

Menurut cerita yang ia bagikan, J mengalami sembelit parah sejak masa kecil. Ia menyatakan bahwa sejak 23 tahun lalu ia kesulitan buang air besar. “Ketika masih kecil, saya hanya bisa buang air besar setelah duduk di toilet selama satu hingga dua jam,” ujarnya.

Ia pernah mengalami periode sembelit terlama, yaitu 17 hari tanpa buang air besar. Ketika akhirnya ia bisa buang air besar, feses yang keluar berupa butiran kecil menyerupai kotoran domba. Untuk mengatasi masalah ini, ia mencoba berbagai cara, mulai minum lebih banyak air hingga makan banyak sayuran, namun tidak ada yang membantu.

“Dari luar saya terlihat normal dan memiliki kepribadian yang ceria. Tetapi, saya sering mengalami rasa sakit yang sangat parah,” jelas J. Ia menambahkan, “Ini adalah sesuatu yang tidak dilihat orang-orang di sekitar saya.”

Keputusan untuk melakukan Rontgen datang ketika masalahnya tidak dapat dipecahkan dengan metode lain. Hasilnya menunjukkan usus besar yang tampak halus, tanpa banyak kerutan, yang diduga akibat penumpukan feses selama bertahun‑tahun.

“Usus besar saya sangat panjang dan memanjang hingga ke bagian atas,” kata J. Ia merasa takut akan komplikasi dan menyatakan, “Sepertinya satu‑satunya cara untuk menyelesaikan ini adalah dengan mengangkat seluruh usus besar saya, tetapi saya sangat takut. Saya takut akan ada komplikasi.”

Seorang konsultan dari National Yang‑Ming University di Taipei menilai bahwa usus besar J belum mencapai jantungnya, namun telah mengalami pergeseran yang sangat besar. Pembaruan terakhir tentang kondisi J dilakukan pada 27 Desember 2020.

Selama periode tersebut, J terus memikirkan apakah harus menjalani operasi pada tahun 2021. Ia bahkan berpikir untuk menyimpan usus besar yang diangkat untuk direbus, karena ia merasa ukuran usus tersebut sangat besar dan tidak akan sia-sia jika tidak digunakan.

Sembelit biasanya dipicu oleh kurangnya asupan serat, cairan, olahraga, atau obat‑obatan tertentu. Jika berlangsung dalam jangka panjang, dapat memerlukan pengobatan khusus. Penyebabnya meliputi:

  • Pergerakan feses yang lambat karena kurang cairan, serat, atau olahraga.
  • Penyumbatan di usus besar atau rektum.
  • Kerusakan jaringan di usus besar atau rektum.
  • Tumor di usus besar, rektum, atau jaringan sekitarnya.
  • Gangguan otot, saraf, atau hormon yang memengaruhi pengeluaran tinja.

Menurut Mayo Clinic, sembelit kronis dapat terkait dengan kondisi berikut:

  • Sindrom iritasi usus besar
  • Diabetes
  • Sklerosis multipel
  • Disfungsi atau kerusakan saraf
  • Tiroid yang terlalu aktif (hipertiroidisme)
  • Penyakit Parkinson
  • Kehamilan
  • Atau penyebab yang tidak dapat ditemukan.

Pengalaman J menunjukkan betapa sulitnya hidup dengan sembelit kronis. Meskipun ia terlihat ceria di luar, rasa sakit yang dialaminya sangat mengganggu. Keputusan untuk menjalani operasi dan upaya mencari penyebab melalui Rontgen menegaskan betapa pentingnya diagnosis medis yang tepat. Situasi ini juga mengingatkan kita bahwa kondisi kesehatan yang tampak biasa di luar bisa menyembunyikan masalah serius di dalam tubuh.

Sembelit kronisUsus besarRontgenTaiwanNational Yang‑Ming Universityoperasidiagnosis medisMayo Clinic

Komentar

Memuat komentar...