Water Taxi Bali Konstruksi 08 Agustus 2026, Selesai 07 Juli
Gambar atau konten salah?
Pemerintah Indonesia sedang mempersiapkan proyek transportasi laut baru di Bali, yaitu water taxi atau taksi perairan. Proyek ini direncanakan akan masuk tahap konstruksi pada 08 Agustus 2026 dan diharapkan selesai pada 07 Juli 2027. Tujuannya adalah mengurangi kepadatan lalu lintas di kawasan pariwisata.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menjelaskan bahwa water taxi akan menjadi moda transportasi berbasis laut yang menghubungkan beberapa lokasi strategis dan destinasi wisata utama di Bali. Ia menegaskan, “proyek water taxi dirancang sebagai moda transportasi berbasis laut yang menghubungkan sejumlah lokasi strategis dan destinasi wisata utama di Bali, termasuk dari kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai hingga Canggu.”
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dipilih sebagai operator water taxi. Saat ini, perusahaan tersebut tengah menyusun studi pra‑desain dan studi kelayakan. Tahapan tersebut menjadi dasar sebelum masuk ke penyusunan detail engineering design (DED). “Saat ini PT ASDP yang akan mengoperasikan water taxi sedang dalam proses usulan studi DED. Adapun pekerjaan konstruksi akan mulai dilaksanakan pada bulan Agustus 2026 hingga Juli 2027,” kata Dudy dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi V DPR RI, Jakarta Pusat, pada 08 April 2026.
Untuk memulai proyek ini, Dudy menyebutkan kebutuhan investasi awal sebesar Rp 1,21 triliun. Dengan adanya moda transportasi air baru tersebut, waktu tempuh dari Bandara I Gusti Ngurah Rai menuju kawasan Canggu via darat yang selama ini memakan satu sampai dua jam, dapat dipangkas menjadi 30 menit.
Canggu termasuk tiga besar destinasi wisata dengan minat tertinggi baik wisatawan domestik maupun wisatawan manca negara di Bali. “Canggu termasuk tiga besar destinasi wisata dengan minat tertinggi baik wisatawan domestik maupun wisatawan manca negara di Bali. Estimasi anggaran yang dibutuhkan untuk komponen investasi awal adalah sebesar Rp 1,21 triliun,” jelasnya.
Untuk menjamin keamanan pelayaran, Dudy mengatakan desain proyek transportasi air ini juga akan dilengkapi dengan pembangunan penahan gelombang (breakwater), terutama di titik-titik dengan karakter perairan yang tergolong ekstrem seperti kawasan Pantai Sekeh di Bandara Ngurah Rai serta di Pantai Berawa, Canggu.
Dengan hadirnya water taxi, ia berharap mobilitas wisatawan dan masyarakat di Bali dapat lebih efisien, sekaligus mengurangi beban kemacetan di jalur darat yang selama ini menjadi persoalan utama. “Dengan hadirnya water taxi, ia berharap mobilitas wisatawan dan masyarakat di Bali dapat lebih efisien, sekaligus mengurangi beban kemacetan di jalur darat yang selama ini menjadi persoalan utama.”
Langkah percepatan terus dilakukan, mulai dari penyelesaian studi hingga penyusunan desain teknis, agar implementasi proyek ini tepat waktu,” pungkasnya.
Proyek ini menandai upaya pemerintah dalam memanfaatkan potensi laut Bali untuk meningkatkan aksesibilitas dan mengurangi kemacetan, sekaligus memberikan alternatif transportasi yang lebih cepat bagi para wisatawan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait