WFC: Bahaya Ransel Berat Bisa Menyebabkan Saraf Kejepit di Kafe
Gambar atau konten salah?
Work From Cafe (WFC) telah menjadi kebiasaan baru bagi banyak orang. Tak hanya Gen Z dan mahasiswa, pekerja kantoran dan freelancer pun sering menghabiskan jam di kafe sambil bekerja.
Namun, di balik suasana santai, ada kebiasaan yang sering terlupakan: menggendong ransel berisi laptop, charger, powerbank, dokumen, dan tumbler. Meskipun laptopnya ringan, total beratnya bisa cukup berat.
Jika sering membawa beban berat dan merasakan nyeri leher hingga tangan, sebaiknya diperiksakan. Bisa jadi sinyal awal gangguan saraf kejepit.
Dr. Victorio, SpBS, spesialis bedah saraf di Lamina Hospital, menjelaskan bahwa saraf kejepit di leher dapat terjadi karena ransel dibawa dengan posisi salah.
“Jadi bagaimana membawa tas yang baik? Kalau backpack sebenarnya harus dipakai talinya dua-dua. Jadi harus seimbang antara tali yang kanan dan kiri,” kata dr Rio saat ditemui di Lamina Hospital, Jumat, 5 Juni 2026.
Ia menambahkan, “Yang sering kesalahan yang kita lakukan adalah membawa backpack dengan satu tali di kanan atau di kiri.”
Dengan tali yang seimbang, bahu mendapat beban yang merata, sehingga risiko saraf kejepit dapat diminimalkan.
Kesadaran akan cara membawa ransel yang benar penting bagi siapa pun yang sering bepergian dengan beban berat. Perhatikan posisi tali dan pastikan beban terdistribusi secara merata.
Jadi, sebelum melangkah keluar, cek dulu apakah tas Anda terpasang dengan benar.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kasus COVID-19 China Melonjak Tiga Kali Lipat pada Juni 2026
Alasan Australia Tolak Daun Kelor sebagai Pangan Sehari-hari
Gelombang Panas Tewaskan 2.700 Orang di Inggris & Wales
Menu Makan Harry Kane: Salmon, Nasi, dan Salad
Uji Ketajaman Mata: Temukan Objek Tersembunyi
7 Makanan Atasi Wajah Bengkak Tanpa Diet Ekstrem
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
