Maskapai Batalkan Rute ke Timur Tengah, Penerbangan Terbagi

Lia N. · 4 min baca · 1 jam lalu · 37 dibaca
Bisik.id
Maskapai Batalkan Rute ke Timur Tengah, Penerbangan Terbagi

Gambar atau konten salah?

Konflik di Timur Tengah masih memanas setelah Israel menyerang Lebanon meski sedang gencatan senjata. Akibatnya, rute penerbangan Eropa‑Asia banyak dialihkan, dan maskapai regional di wilayah tersebut mulai memulihkan layanan secara bertahap. Meski begitu, ketegangan terus mengganggu arus lalu lintas udara global.

Ketika maskapai lokal Teluk menambah kapasitas, banyak maskapai internasional di luar wilayah tersebut terpaksa mengambil rute memutar. Mereka harus menghindari zona udara berbahaya di Timur Tengah, seperti yang dilaporkan pada Sabtu (06 Juni 2026). Berikut daftar terbaru penyesuaian, penangguhan, dan pembatalan penerbangan dari berbagai maskapai dunia akibat konflik tersebut.

Aegean Airlines (Yunani) membatalkan rute Thessaloniki‑Tel Aviv hingga 26 Juni 2026, Dubai hingga 31 Agustus 2026, serta Erbil dan Baghdad hingga 2 Juli 2026.

AirBaltic (Latvia) menangguhkan penerbangan ke Tel Aviv hingga 28 Juni 2026 dan ke Dubai hingga 24 Oktober 2026.

Air Europa (Spanyol) membatalkan seluruh penerbangan ke Tel Aviv hingga 28 Juni 2026.

Air France (Prancis) menangguhkan rute ke Tel Aviv hingga 14 Juni 2026, serta ke Beirut dan Dubai hingga 17 Juni 2026. Rute ke Riyadh sempat ditangguhkan hingga 2 Juni 2026, namun tiket untuk penerbangan perdana pada 6 Juni 2026 sudah mulai dijual.

KLM (Belanda) menghentikan penerbangan ke Riyadh dan Dammam hingga 12 Juli 2026, serta ke Dubai hingga 2 Agustus 2026.

Finnair (Finlandia) membatalkan rute ke Doha hingga 2 Oktober 2026 dan terus menghindari wilayah udara Irak, Iran, Suriah, dan Israel. Rute musiman ke Dubai baru akan dibuka kembali pada Oktober 2026.

LOT (Polandia) membatalkan penerbangan ke Riyadh hingga 30 Juni 2026 dan ke Beirut hingga 27 Juni 2026. Rute musim dingin ke Dubai dijadwalkan mulai Oktober 2026.

Norwegian Air menunda peluncuran rute baru ke Tel Aviv dan Beirut hingga 15 Juni 2026.

Wizz Air menangguhkan penerbangan dari Eropa daratan menuju Dubai, Abu Dhabi, dan Amman hingga pertengahan September 2026.

Lufthansa Group & ITA Airways (Italia) merencanakan pemulihan rute ke Tel Aviv paling cepat 1 Juli 2026. Namun, kedua maskapai ini (bersama SWISS) tetap memperpanjang penangguhan rute ke Dubai hingga 13 September 2026. ITA juga menunda rute ke Riyadh hingga 30 Juni 2026.

SWISS & Brussels Airlines menunda penerbangan ke Tel Aviv masing‑masing hingga Agustus 2026 dan 24 Oktober 2026.

Aliansi Lufthansa (termasuk SWISS, Austrian Airlines, dan Brussels Airlines) secara kompak menangguhkan penerbangan ke Abu Dhabi, Amman, Beirut, Dammam, Riyadh, Erbil, Muscat, dan Teheran hingga 24 Oktober 2026.

Eurowings (anak usaha Lufthansa) menangguhkan penerbangan ke Tel Aviv hingga 9 Juli 2026, Beirut hingga 12 Juni 2026, Erbil hingga 22 Juni 2026, serta ke Dubai, Abu Dhabi, dan Amman hingga 24 Oktober 2026.

British Airways menunda penerbangan ke Doha hingga 1 Agustus 2026 dan ke Riyadh hingga 8 Agustus 2026. Rute ke Dubai, Tel Aviv, Bahrain, dan Amman dihentikan sementara hingga akhir musim panas, baru dijadwalkan terbang 25 Oktober 2026. Saat beroperasi kembali, kapasitas ke Dubai, Doha, Riyadh, dan Tel Aviv akan dipangkas menjadi hanya satu penerbangan sehari, sementara destinasi Jeddah resmi dihapus dari daftar rute.

Air Canada (Kanada) membatalkan penerbangan ke Tel Aviv dan Dubai hingga 7 September 2026.

Delta Air Lines (AS) menangguhkan rute Atlanta‑Tel Aviv hingga 18 Desember 2026. Rute New York (JFK)‑Tel Aviv direncanakan beroperasi lagi 6 September 2026, sementara rute Boston‑Tel Aviv ditunda tanpa batas waktu.

Royal Air Maroc (Maroko) membatalkan semua penerbangan ke Doha hingga 30 Juni 2026.

Cathay Pacific (Hong Kong) menangguhkan penerbangan ke Dubai dan Riyadh hingga 31 Agustus 2026.

Japan Airlines (Jepang) menghentikan rute Tokyo‑Doha hingga 31 Juli 2026 dan rute sebaliknya (Doha‑Tokyo) hingga 1 Agustus 2026.

Malaysia Airlines (Malaysia) akan mencoba membuka kembali layanan terbatas ke Doha mulai 2 Juli 2026.

Singapore Airlines (Singapura) memperpanjang pembekuan rute Singapura‑Dubai hingga 2 Agustus 2026. Sebagai gantinya, maskapai mengalihkan kapasitas dengan menambah penerbangan ke London Gatwick dan Melbourne hingga 24 Oktober 2026 untuk menangkap lonjakan permintaan rute aman.

Qantas (Australia) menambah frekuensi terbang ke Roma dan Paris guna mengakomodasi penumpang tujuan Eropa yang menghindari transit di Timur Tengah. Rute ke Paris naik menjadi 5 kali seminggu, dan rute Perth‑Singapore naik menjadi 10 kali seminggu. Kebijakan ini berlaku bertahap dari pertengahan April 2026 hingga akhir Juli 2026.

SunExpress (Turki – joint venture Turkish Airlines & Lufthansa) membatalkan penerbangan ke Dubai, Bahrain, Beirut, dan Erbil hingga 30 Juni 2026.

Perubahan ini menandai ketidakpastian bagi penumpang yang menantikan rute langsung ke Timur Tengah. Maskapai harus menyesuaikan jadwal, menambah penerbangan ke kota alternatif, atau mengurangi frekuensi. Dampaknya terasa pada biaya tiket, waktu tempuh, dan kenyamanan penumpang. Sementara beberapa maskapai menambah rute ke kota-kota di Eropa atau Australia, yang lain menurunkan kapasitas secara drastis. Semua langkah ini mencerminkan upaya industri penerbangan untuk tetap beroperasi di tengah ketidakstabilan geopolitik, sambil menjaga keselamatan dan kepatuhan regulasi udara internasional.

Konflik Timur Tengahmaskapai penerbanganrute penerbangangencatan senjataketegangan geopolitikzona udara berbahayapenyesuaian rute

Komentar

Memuat komentar...