Makan Penuh Kesadaran: Baca Label Gizi, Hindari Gula Berlebih
Gambar atau konten salah?
Ketika kita mau memutuskan makanan atau minuman, rasa biasanya menjadi pertimbangan utama. Namun, di balik tren kuliner manis dan gurih yang sedang naik daun, ada satu hal yang lebih penting: mindful eating atau makan dengan penuh kesadaran.
Dr. Laurencia Ardi, seorang ahli gizi dan anggota AIFO-K, menegaskan bahwa menjaga kesehatan jangka panjang tidak hanya soal cita rasa. “Selain rasa, kesadaran penuh saat makan atau mindful eating jauh lebih krusial untuk menjaga kesehatan tubuh jangka panjang,” ujarnya.
Menurutnya, edukasi tentang mindful eating dan kebiasaan membaca label gizi memerlukan kerja sama lintas sektor. “Jadi strateginya, yang pertama kita memang terus mengedukasi, dan itu tidak bisa hanya dari satu pelaku industri atau dari pemerintah. Tapi kita harus berkolaborasi, keluarga, orang tua itu juga harus membiasakan,” kata dr. Laurencia dalam acara forum ‘Jebakan Hidden Sugar: Ada di Mana-mana, Diam-diam Bikin Gendut’, Jumat, 5 Juni 2026. “Yang pertama itu mindful eating itu sangat penting. Jadi kita itu harus sadar penuh apa makanan yang masuk ke dalam tubuh kita,” sambungnya.
Mindful eating menuntut seseorang untuk benar-benar sadar dan kritis terhadap zat gizi apa saja yang dilewatkan ke dalam kerongkongan. “Jadi rasa tetap prioritas, tapi juga kita tahu jumlahnya yang masuk juga harus diperhatikan,” tegasnya.
Sebagai bagian dari pelaku industri, dr. Laurencia menyebut pihaknya terus mendorong konsumen agar selalu memeriksa Tabel Informasi Nilai Gizi sebelum menyantap produk pangan olahan. “Kami terus melakukan edukasi kepada masyarakat, bahwa setiap kali mau makan makanan siap saji yang sudah dalam kemasan, itu harus melihat nutrition facts,” tuturnya.
Walaupun begitu, perilaku ideal ini masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Banyak orang yang masih abai terhadap label peringatan yang sebenarnya sudah disediakan oleh produsen atas arahan regulator.
“Sebenarnya, label nutrisi tersebut sudah diatur oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).”
“Kenapa sih setiap makanan ada nutrition fact-nya? Ya karena supaya kita tahu apa yang masuk ke dalam tubuh apa saja sih,” sesal dr. Laurencia.
Di dalam kotak nutrition fact, seluruh informasi mengenai zat gizi makro hingga mikro sudah dikupas secara transparan. Selain itu, kandungan gula yang termasuk dalam karbohidrat, mikronutrien, vitamin, hingga mineral dijelaskan dalam tabel tersebut.
Menurut dr. Laurencia, hal ini sangat bermanfaat untuk bisa mengetahui jumlah batasan yang aman dalam mengonsumsi suatu produk. “Misalnya kita makan wafer, kita makan 4 keping wafer sudah mengandung berapa kalori itu kita bisa tahu, karbohidratnya berapa, proteinnya berapa,” bebernya.
Minimnya kepedulian pembaca terhadap label inilah yang dituding menjadi salah satu pemicu utama mengapa asupan gula harian seseorang kerap kali bablas tanpa disadari. “Memang awareness atau kepedulian masyarakat Indonesia untuk melihat nutrition facts itu masih sangat rendah, sehingga mereka kadang-kadang mengonsumsi gula pun bisa berlebih. Padahal, sebenarnya itu di 5 sendok makan per hari,” terang dr. Laurencia.
Dengan memahami isi nutrition facts, konsumen dapat membuat pilihan yang lebih sehat. Mengetahui kalori, karbohidrat, protein, dan gula dalam satu produk membantu mengontrol asupan harian. Hal ini menjadi kunci bagi mereka yang ingin menjaga berat badan dan mencegah penyakit terkait gula berlebih.
Kesadaran akan pentingnya mindful eating dan membaca label gizi masih perlu ditingkatkan. Edukasi berkelanjutan dari industri, pemerintah, dan keluarga dapat membantu masyarakat memahami batas aman konsumsi gula. Dengan begitu, rasa tetap menjadi prioritas, namun jumlah dan kualitas nutrisi juga menjadi bagian penting dalam setiap kali menyiapkan makanan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Transmart Sale 07/06: Hingga 50+20% Diskon Kartu Mega
Gen Z Jelajah Jejak Soekarno di Surabaya pada Hari Lahir
WFC Populer, Gaya Udang Berisiko Cedera Tulang Belakang
Dosen Udayana Dorong Bali Tiru Yogyakarta Hijaukan Kota
Mitsubishi Xforce Tambah Stabilisasi dengan Active Yaw Control
Luhut Bagikan Foto Armando Siahaan, Alumni SMA Unggul Del
