Wuling Eksion: SUV Plug‑In Hybrid dengan Empat Mode Energi

Wati N. · 2 min baca · 1 jam lalu · 31 dibaca
Bisik.id
Wuling Eksion: SUV Plug‑In Hybrid dengan Empat Mode Energi

Gambar atau konten salah?

Wuling Eksion kini hadir sebagai pilihan SUV yang menggabungkan teknologi listrik dan bensin. Mobil ini masuk ke kategori plug‑in hybrid, memberi fleksibilitas lewat empat mode energi saat berkendara.

Wuling Eksion menggunakan mesin 1.5L dedicated hybrid engine disertai Dedicated Hybrid Transmission (DHT) dan baterai berkapasitas 20,5 kWh. Kombinasi ini memungkinkan jarak tempuh listrik murni hingga 125 km, sementara total jarak tempuh melebihi 1.000 km (CLTC).

"Sebenarnya tidak perlu memilih secara manual mau pilih model dari mana," kata Product Communication Manager Wuling Motors, Danang Wiratmoko. "Antara seri dan pararel itu nanti akan otomatis mengikuti kondisi berkendaraan, mengikuti bagaimana berubah kerja secara real time, nanti ketika kita nginjek kecepatan berapa, dia otomatis berubah ke seri, dia otomatis berubah ke paralel, sesuai sama beberapa parameter yang nanti dihitung secara otomatis. Kecuali untuk EV mode," kata dia.

Wuling Eksion menawarkan empat mode penggunaan energi: EV Max, EV First, Hybrid, dan Fuel Priority. Semua mode dapat diatur lewat head unit. Berikut penjelasan singkat masing-masing mode:

  • EV Max – dirancang untuk memaksimalkan penggunaan energi listrik sepenuhnya.
  • EV First – menjaga level baterai agar tidak turun di bawah 35 %.
  • Hybrid – menyeimbangkan tenaga mesin bensin dan motor listrik secara otomatis.
  • Fuel Priority – memprioritaskan mesin bensin sejak awal perjalanan.

Mode EV Max beroperasi ketika baterai berada pada 100 % dan kendaraan dipilih dalam mode ini. Sistem mobil akan memanfaatkan daya baterai terus menerus, menggerakkan kendaraan sepenuhnya dengan motor listrik tanpa bantuan mesin bensin. Ketika baterai mencapai batas 12 %, mobil otomatis beralih ke mode hybrid. Filosofinya adalah dia memanfaatkan dulu energi baterai," kata Danang. "Setelah 12%, mobil akan secara otomatis mengambil alih untuk switch ke model hybrid," tambahnya.

Mode EV First bertujuan menjaga baterai tetap di atas 35 %. Ketika baterai menurun ke 35 %, mesin bensin langsung aktif membantu. Mode ini cocok bagi pengemudi yang ingin tetap menghemat bahan bakar namun tidak ingin menurunkan baterai terlalu rendah.

Mode Hybrid menggabungkan tenaga mesin bensin dan motor listrik secara dinamis. Perpindahan daya disesuaikan otomatis berdasarkan beban atau kebutuhan saat itu. Sensasi berkendara di mode ini mirip dengan mobil hybrid konvensional: halus, responsif, dan efisien.

Mode Fuel Priority berlawanan dengan EV Max. Mobil memulai perjalanan dengan mesin bensin, menjaga cadangan baterai tetap melimpah. Baterai ini kemudian dapat digunakan ketika diperlukan, misalnya di situasi kemacetan kota.

"Kalau mau praktis, sebenarnya mau pilih EV First atau Hybrid, itu sudah sangat cukup sih," jelas Danang.

Wuling Eksion berbeda dari hybrid biasa karena baterainya dapat terisi tidak hanya dari rem atau mesin, tetapi juga melalui colokan listrik. Mobil ini dilengkapi dengan port plug yang memungkinkan pengisian dari sumber listrik rumah atau stasiun pengisian daya (SPKLU), mirip dengan mobil listrik murni.

Dengan kombinasi mesin, transmisi, dan baterai yang terintegrasi, Wuling Eksion menawarkan fleksibilitas energi yang lebih luas bagi pengemudi. Keempat mode energi memungkinkan penyesuaian otomatis berdasarkan kondisi berkendara, memberi pengalaman yang lebih terkontrol dan efisien. Mobil ini menandai langkah penting Wuling dalam mengembangkan kendaraan listrik plug‑in hybrid di pasar Indonesia.

Wuling EksionPlug‑in HybridMode EnergiBaterai 20.5 kWhPort PlugDHTJarak Tempuh 125 km

Komentar

Memuat komentar...