Xi Kunjungi AS, Sepakat Perpanjang Gencatan Dagang
Gambar atau konten salah?
Presiden China Xi Jinping baru saja menyelesaikan kunjungan kenegaraan pertamanya ke Washington, Amerika Serikat, pada Jumat, 25 September. Kunjungan ini diisi dengan berbagai seremoni bersama Presiden AS Donald Trump, namun hasil kesepakatan konkret yang dicapai tergolong minim.
Trump memberikan sambutan yang sangat istimewa. Ia menjemput langsung Xi di bandara, mengadakan jamuan makan malam kenegaraan, dan mengajaknya mengunjungi National Archives. Bahkan, atraksi militer besar-besaran turut meramaikan penyambutan tersebut.
Dari sekian banyak acara seremonial, Trump dan Xi hanya menyepakati perpanjangan kesepakatan dagang yang sudah ada. Xi juga berjanji akan mengirimkan sepasang panda ke Atlanta. Berikut adalah lima fakta menarik dari pertemuan kedua pemimpin negara adidaya itu.
1. Gencatan Perang Dagang Diperpanjang
Salah satu hasil nyata dari pertemuan ini adalah perpanjangan masa gencatan perang dagang antara AS dan China. Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengumumkan bahwa kedua negara sepakat untuk memperpanjang kesepakatan yang sudah ada selama dua bulan, hingga 10 Januari 2027.
Kesepakatan sebelumnya tercapai saat Trump dan Xi bertemu di Busan, Korea Selatan. Isinya antara lain penurunan tarif oleh AS dan penangguhan pembatasan ekspor mineral tanah jarang serta mineral kritis oleh China.
Perpanjangan kali ini lebih pendek dari perkiraan awal yang mencapai enam bulan. Artinya, masalah perdagangan masih akan menjadi bahan negosiasi pada pertemuan berikutnya. Kedua pemimpin diperkirakan akan bertemu lagi di KTT APEC di Shenzhen, China pada November, dan KTT G20 di Miami pada Desember.
2. Sepakat untuk Bersaing Tanpa Konflik
Dalam pertemuan itu, Xi menyinggung istilah Thucydides Trap. Istilah ini merujuk pada risiko konflik ketika kekuatan baru yang sedang naik daun menantang kekuatan dominan yang sudah mapan.
Xi berpendapat bahwa AS dan China bisa menjalani persaingan secara sehat tanpa harus berakhir pada konfrontasi. Menurutnya, persaingan seharusnya menjadi ajang saling kejar, bukan pertarungan yang mengharuskan satu pihak menang dan pihak lain kalah.
Isu Taiwan juga dibahas. Pemerintah China menyatakan bahwa Xi meminta AS untuk menentang kemerdekaan Taiwan. Hingga kini, Trump belum memberikan komentar publik soal Taiwan terkait pertemuan ini.
Kedua pemimpin juga sempat membicarakan situasi di Timur Tengah. Namun, keterangan resmi dari China tidak secara spesifik menyebut perang yang melibatkan Iran.
3. Masa Depan AI Masih Mengambang
Trump dan Xi belum mengumumkan langkah konkret apa pun terkait pengembangan atau pengendalian kecerdasan buatan (AI). Padahal, perkembangan teknologi ini sudah memicu kekhawatiran di kalangan pemimpin industri teknologi dan anggota parlemen AS.
Sebelum Xi tiba di Gedung Putih, Trump sempat mengatakan ingin mempertahankan kondisi pengembangan AI seperti sekarang. Ia juga menyebut China memiliki posisi yang serupa.
Xi kemudian menekankan bahwa AS dan China sama-sama memiliki kemampuan dan tanggung jawab untuk mengembangkan serta mengelola AI agar bermanfaat. Menurutnya, pengembangan teknologi ini juga harus tetap berada di bawah kendali manusia.
Xi juga mendorong kerja sama AS-China di bidang AI. Sayangnya, tidak ada rincian lebih lanjut mengenai bentuk kerja sama atau kesepakatan konkret yang diumumkan setelah pertemuan.
4. Sambutan Megah ala Trump untuk Xi
Trump memberikan sambutan luar biasa kepada Xi selama kunjungan kenegaraan ini. Karpet merah digelar saat pesawat Xi tiba di Joint Base Andrews, dan kembali disiapkan ketika rombongannya tiba di Gedung Putih.
Trump dan Ibu Negara Melania Trump bahkan menunggu Xi di tangga pesawat. Ini adalah kali pertama Trump datang langsung ke pangkalan tersebut untuk menyambut seorang pemimpin asing.
Rangkaian penyambutan juga diisi dengan berbagai pertunjukan militer. Trump dan Xi menyaksikan pasukan AS memainkan musik, melakukan parade, hingga pesawat militer yang melakukan terbang lintas.
Salah satu pesawat yang melintas pada Rabu menghasilkan suara keras yang membuat Trump terlihat terkejut dan meringis. Sementara itu, Xi tidak menunjukkan reaksi serupa.
Setelah pertemuan bilateral pada Kamis, Trump juga mengajak Xi melihat helipad baru di Gedung Putih dan memperlihatkan helikopter kepresidenan AS.
5. Momen Penting Tak Tersiar di Televisi
Berbagai pertunjukan dan seremoni besar dalam kunjungan Xi ternyata tidak disiarkan oleh jaringan televisi utama AS. Hal ini terkait dengan penghentian sementara sistem TV pool yang biasanya meliput Gedung Putih.
Penghentian ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas terhadap MS NOW, CNN, dan Politico. Ketiga media tersebut sebelumnya dilarang Trump meliput Gedung Putih karena pemberitaan mereka yang dianggap merugikan.
Seorang hakim federal kemudian memerintahkan Gedung Putih untuk memulihkan akses ketiga media tersebut untuk sementara waktu. Meski begitu, sejumlah jurnalis dari ketiganya masih sempat dilarang masuk pada Kamis pagi, sementara media pemerintah China justru mendapat akses.
Akses ketiga media tersebut akhirnya dipulihkan sepenuhnya pada Kamis. Trump sempat mengkritik jaringan televisi karena tidak menyiarkan kedatangan Xi. Melalui Truth Social, Trump menyebut bahwa momen penyambutan itu sebenarnya dibuat untuk menjadi tontonan televisi.
Kunjungan Xi ke Washington ini menunjukkan bahwa hubungan AS-China masih berada di jalur yang rumit. Di satu sisi, ada upaya untuk menjaga stabilitas melalui perpanjangan gencatan dagang. Di sisi lain, belum ada kemajuan berarti di bidang-bidang krusial seperti kecerdasan buatan. Sambutan meriah dari Trump juga tidak serta-merta menghasilkan kesepakatan besar, menandakan bahwa diplomasi tingkat tinggi seringkali lebih banyak soal simbol daripada substansi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ekspor Minyak Saudi Melonjak 80 Persen di Tengah Konflik
OJK Izinkan Dana Pensiun Investasi ke Luar Negeri
BEI Hitung Dividen, Putusan di RUPSLB Oktober 2026
Danantara Minat Beli Saham BEI, OJK Belum Terima Pengajuan
OJK Ungkap Kondisi Dana Pensiun BUMN Tak Seragam
BEI Hapus Batas Bawah Harga Saham Mulai Rp 1
