XL Smart Target 5G di 88 Kota, Kecepatan 100 Mbps Indonesia

Rudi H. · 2 min baca · 1 hari lalu · 37 dibaca
Bisik.id
XL Smart Target 5G di 88 Kota, Kecepatan 100 Mbps Indonesia

Gambar atau konten salah?

XLSmart Telecom Sejahtera Tbk, operator seluler terbesar di Indonesia, mengumumkan ambisi untuk memperluas jaringan 5G ke 88 kota di seluruh negeri sebelum akhir 2026. Rencana ini bertujuan memberi pelanggan kecepatan internet rata‑rata 100 Mbps, menandai langkah signifikan dalam evolusi layanan digital di Indonesia.

Di sebuah acara di XLSmart Tower, Jakarta, Selasa, 9 Juni 2026, Eben Eliezer Pandapotan, kepala perencanaan, desain, dan penyebaran jaringan, menjelaskan bahwa perusahaan sudah menyiapkan lebih dari 20 ribu site 5G. Ia menegaskan, “Untuk 5G itu teknologi yang baru, kita sudah rollout 5G itu lebih dari 20 ribu site dan target kita di tahun ini rampung di 88 kota. Nah, dengan adanya teknologi 5G, pelanggan dapat merasakan kecepatannya rata‑ratanya sampai 100 Mbps.”

Meski pencapaian tersebut menakjubkan, Eben mengakui tantangan utama: keterbatasan spektrum frekuensi. Untuk layanan optimal, dibutuhkan lebar pita sekitar 100 MHz, sementara saat ini XLSmart menggunakan spektrum 2,3 GHz dengan lebar pita 40 MHz. Keterbatasan ini menjadi penghalang bagi ekspansi lebih lanjut.

Di sisi lain, XLSmart telah memperluas layanan 4G ke lebih dari 400 kota melalui tiga merek di bawah naungannya: XL Axiata, Axis, dan Smartfren. Namun, 5G masih dikembangkan secara bertahap. Eben menambahkan, “Nanti mungkin ke depannya akan lebih banyak karena kalau 4G itu kita lihat terkait dengan kemampuan perangkatnya. Jadi, dengan pertumbuhan perangkat, kita akan lebih berkembang di jaringan.”

Untuk memperkuat kapasitas jaringan, XLSmart mengikuti lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz yang diselenggarakan pemerintah. Spektrum ini dianggap penting, khususnya di wilayah perkotaan dan kawasan dengan trafik data tinggi. Eben menegaskan bahwa target 5G di 88 kota sudah direncanakan sejak awal, bahkan sebelum proses lelang frekuensi.

“Dengan nanti adanya lelang frekuensi baru otomatis ketika mendapatkannya akan kita implementasikan juga untuk menambah kapasitas dan kecepatan jaringan kita. Yang pasti kita semuanya siap, jadi semua site kita 5G sudah siap,” ujarnya.

Astiyanto Tri Muktiwibowo, Group Head Marketing Segment, menyoroti strategi implementasi 5G. Ia mengatakan, “Bedanya mungkin dari implementasi 5G XLSmart khususnya dengan operator lain, kalau 88 kota itu XLSmart itu implementasinya full blanket. Artinya, di kota tersebut semua BTS‑nya sudah 5G. Jadi, tidak lagi area industri atau bisnis saja, tapi satu kota full 5G.”

Di tingkat pemerintah, Komisi Komunikasi dan Digital (Komdigi) menargetkan agar hasil lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz dapat segera dimanfaatkan untuk mempercepat layanan 5G. Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital, Denny Setiawan, berkata, “Tadi ditanya kapan 5G akan dirilis, saat ini kita sedang dalam proses seleksi spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz. Mudah‑mudahan sebelum Hari Kemerdekaan Indonesia sudah bisa dirilis.”

Dengan kombinasi jaringan 5G yang luas, spektrum baru, dan strategi full blanket, XLSmart berusaha menjadikan Indonesia lebih terhubung. Kecepatan rata‑rata 100 Mbps di 88 kota menunjukkan potensi peningkatan produktivitas dan akses informasi bagi masyarakat. Namun, keterbatasan spektrum tetap menjadi kendala utama yang harus diatasi agar layanan 5G dapat merata di seluruh wilayah.

XLSmart Telecom5Gspektrum frekuensikota 88kecepatan 100 Mbpslelang 700 MHz/2,6 GHzjaringan full blanket

Komentar

Memuat komentar...