Gambar atau konten salah?
Said Iqbal, presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), dikabarkan akan segera merapat ke kabinet. Ia mengungkapkan bahwa belum ada pengumuman resmi, dan menekankan pentingnya menunggu keputusan dari pemerintah.
“Kita tunggu saja pengumuman resmi dari Mensesneg atas nama Presiden ya,” kata Said Iqbal pada 7 Juni 2026. Ia menegaskan bahwa ia sudah berkomunikasi dengan pihak Istana.
Ketika ditanya apakah ia memang akan masuk ke jajaran kabinet, Said Iqbal hanya menjawab singkat, “Iya.”
Ia juga tidak memberi rincian lebih lanjut tentang jabatan yang akan diembannya. Ia menyebutkan bahwa posisi tersebut tidak akan jauh dari isu yang selama ini ia perjuangkan. “Kemungkinan sekitar isu ketenagakerjaan,” jelas ia.
Di sisi pemerintah, Mensesneg Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa pembahasan mengenai keikutsertaan Said Iqbal masih berlangsung. Ia mengatakan, “Sedang kita diskusikan. Kemungkinan berkaitan dengan tentunya perjuangan beliau selama ini, dengan buruh, tenaga kerja,” pada 4 Juni 2026 di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Jadi, meski belum ada pengumuman resmi, kabar ini menunjukkan bahwa posisi yang akan dipegang Said Iqbal kemungkinan akan berfokus pada kebijakan ketenagakerjaan, sejalan dengan latar belakangnya sebagai pemimpin serikat pekerja.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
