Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah

Arif S. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah

Gambar atau konten salah?

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia buka suara soal rencana impor minyak dan gas dari Rusia dan Amerika Serikat. Menurutnya, semua keputusan akan didasarkan pada pertimbangan matang, terutama dampaknya terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Pemerintah, kata Bahlil, akan memilih negara pemasok yang bisa menawarkan harga paling murah. Ini penting demi menjaga kesehatan keuangan negara. "Kita cari yang terbaik. Kita cari yang lebih murah mana, itu yang kita akan beli ya," ujarnya di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Kamis, 17 September 2026.

Bahlil menjelaskan, pasokan minyak dan gas yang pasti memang sangat penting untuk ketahanan energi nasional. Tapi, besaran biaya setiap pembelian juga tidak kalah krusial. Fiskal negara harus tetap terkendali. "Pemerintah Indonesia akan selalu berpikir, bertindak hati-hati dengan mempertimbangkan dan memprioritaskan asas-asas keekonomian. Di samping kepastian, juga asas keekonomian," terangnya.

"Artinya, barang ada itu penting, tapi juga harus ekonomis sehingga tidak membebankan APBN kita dan atau tidak membebankan rakyat kita terhadap nilai daripada apa yang kita akan beli," sambung Bahlil.

Soal kelanjutan rencana impor minyak mentah dari Rusia, Bahlil enggan berkomentar lebih jauh. Namun, ia memastikan stok minyak mentah nasional saat ini dalam kondisi aman. "Saya menyampaikan bahwa ketersediaan untuk crude kita Insyaallah aman, termasuk bagian daripada Rusia. Nanti yang teknis lainnya dari Rusia saya akan menjelaskan pada waktu yang tepat," jelasnya.

Untuk kesepakatan impor energi dengan AS, termasuk produk LPG, minyak, dan BBM, pemerintah tetap berpegang pada asas keekonomian. Tujuannya sama: memastikan Indonesia mendapat harga terbaik saat melakukan impor.

Pemerintah tampaknya sangat berhati-hati dalam mengelola impor energi. Fokus utamanya bukan cuma ketersediaan pasokan, tapi juga bagaimana menjaga APBN tetap sehat dan tidak membebani rakyat dengan harga energi yang mahal.

impor minyakimpor gasRusiaAmerika SerikatAPBNketahanan energiharga murah

Komentar

Memuat komentar...