Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Gambar atau konten salah?
Pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik di kawasan Bogor Raya akhirnya dimulai. Proyek yang dikenal dengan nama PSEL Bogor Raya 1 ini dirancang untuk mengolah sekitar 1.500 ton sampah setiap harinya. Sampah-sampah itu berasal dari Kabupaten Bogor dan Kota Bogor.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyampaikan bahwa sampah yang masuk setiap hari akan diubah menjadi listrik. Pemerintah juga punya target lebih besar. Bukan hanya sampah baru, tapi tumpukan sampah lama yang sudah bertahun-tahun menumpuk juga ingin diselesaikan.
"Ini yang pertama di Indonesia. Sampah yang datang setiap hari kita selesaikan melalui PSEL menjadi energi listrik. Tetapi kita tidak berhenti di sana. Sampah lama yang sudah bertahun-tahun menumpuk juga harus kita tuntaskan dengan teknologi ini. Jadi yang baru selesai, yang lama juga kita bereskan," kata Zulkifli.
Fasilitas ini diperkirakan bisa menghasilkan listrik sebesar 20 hingga 30 megawatt (MW). Proses pembangunannya memakan waktu sekitar dua tahun. Jika semuanya berjalan lancar, PSEL Bogor Raya 1 ditargetkan mulai beroperasi pada akhir tahun 2027.
Chief Investment Officer PT Danantara Investment Management, Pandu Patria Sjahrir, menjelaskan bahwa proyek ini sudah melewati beberapa tahapan penting sejak awal tahun 2026. Tahapan itu dimulai dari penandatanganan Joint Venture Agreement (JVA) pada bulan Maret, lalu Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada bulan April, dan ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) pada bulan Mei. Sekarang, proyek ini memasuki tahap penandatanganan Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL).
"Hal ini menandai kesiapan untuk mendorong realisasi solusi pengolahan sampah terintegrasi di Indonesia yang dilanjutkan di Bogor Raya setelah kita melaksanakannya di Kota Bekasi dan Denpasar Raya dalam dua bulan terakhir," tegas Pandu.
Sebelum pembangunan dimulai, ada satu langkah penting yang tidak boleh dilewatkan: analisis karakteristik sampah. Tim proyek melakukan kajian mendalam terhadap sampah yang akan diolah. Kajian ini mencakup berbagai hal, seperti jumlah sampah, kualitasnya, komposisi, nilai kalor, kadar air, kandungan tanah, kandungan logam, dan parameter teknis lainnya.
Direktur Utama PT SUCOFINDO (PERSERO), Sandry Pasambuna, mengatakan data-data ini sangat krusial. Tanpa data yang akurat, rancangan dan pengoperasian fasilitas PSEL bisa meleset.
"Karakteristik sampah menentukan keberhasilan proses pengolahan menjadi energi. Melalui kajian tersebut, dapat diketahui komposisi sampah, nilai kalor, kadar tanah, kandungan logam, kadar air, dan parameter teknis lainnya yang menjadi dasar dalam perancangan serta pengoperasian fasilitas. Dengan data yang tepat, risiko operasional dapat diminimalkan dan kinerja fasilitas dapat lebih optimal," jelas Sandry.
SUCOFINDO sendiri terlibat langsung dalam persiapan proyek ini. Perusahaan itu melakukan Waste Analysis & Characterization (WAC) dan Investigasi Lahan. Kedua kajian ini digunakan untuk melihat karakteristik sampah sekaligus mengecek kondisi dan kesiapan lokasi tempat fasilitas akan dibangun.
"Hingga saat ini, SUCOFINDO telah melaksanakan pengujian di tujuh lokasi pengembangan PSEL, yakni Bali, Bekasi, Medan, Tangerang, Yogyakarta, Semarang, dan Bogor. Melalui pengujian dan analisis yang komprehensif, kami membantu menyediakan data yang akurat terkait karakteristik sampah sebagai dasar pengambilan keputusan dan perencanaan operasional fasilitas," tambah Sandry.
Proyek PSEL Bogor Raya 1 ini menjadi salah satu dari beberapa proyek serupa yang tengah digarap di Indonesia. Sebelumnya, proyek serupa sudah berjalan di Kota Bekasi dan Denpasar Raya. Dengan adanya fasilitas ini, pemerintah berharap masalah sampah di kawasan Bogor bisa teratasi, sekaligus menghasilkan energi listrik yang bisa dimanfaatkan masyarakat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
Adik Prabowo Menang Lelang Blok Gas Natuna D-Alpha
Thailand Hidupkan Proyek Jalur Darat Rp 533 Triliun
Malaysia Naikkan Harga BBM Nonsubsidi Rp21.000 Per Liter
KSP Targetkan Satu Juta Jargas Rampung 2028
Berita Terbaru
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
Adik Prabowo Menang Lelang Blok Gas Natuna D-Alpha
Thailand Hidupkan Proyek Jalur Darat Rp 533 Triliun
Malaysia Naikkan Harga BBM Nonsubsidi Rp21.000 Per Liter
KSP Targetkan Satu Juta Jargas Rampung 2028
Pemerintah Lelang 8 Blok Migas Tahap II 2026
Indonesia Siap Produksi Bensin dari Batu Bara
Prabowo: Indonesia Siap Produksi Bensin dari Batu Bara