Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua

Hendra M. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua

Gambar atau konten salah?

Pemerintah Indonesia berencana meningkatkan produksi minyak nasional. Salah satu caranya adalah dengan mengoptimalkan sumur-sumur tua yang sudah tidak produktif lagi. Teknologi baru akan diterapkan untuk menghidupkan kembali sumur-sumur tersebut. Selain itu, ada sekitar 45.000 sumur minyak milik rakyat yang akan dikelola secara lebih profesional.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan hal ini di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Kamis, 17 September 2026. Menurutnya, eksplorasi besar-besaran juga akan dilakukan di berbagai cekungan dan blok minyak yang ada. Sumur-sumur yang sudah ada akan dioptimalkan, sementara sumur-sumur tua akan mendapat intervensi teknologi.

"Di samping kita juga akan mendorong eksplorasi besar-besaran terhadap cekungan-cekungan blok-blok minyak dan optimalisasi terhadap sumur-sumur yang sudah ada. Sumur-sumur tua kita akan mengintervensi dengan teknologi," ujar Bahlil.

Penerapan teknologi pada sumur tua ini diharapkan bisa mengembalikan laju produksi minyak dari lapangan yang sudah matang. Lapangan-lapangan ini secara alami mengalami penurunan produksi. Dengan teknologi, pemerintah berharap produksi bisa naik lagi.

Bahlil juga menyebut bahwa Presiden Prabowo Subianto memberi perhatian khusus pada sumur-sumur rakyat yang tersebar di berbagai daerah. Prabowo memerintahkan agar pengelolaan puluhan ribu sumur rakyat itu dilakukan secara profesional. Tujuannya, minyak yang dihasilkan bisa diserap secara resmi oleh negara untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) nasional.

Langkah ini juga bertujuan mencegah pelanggaran hukum. Selama ini, ada praktik penjualan minyak mentah secara ilegal ke pihak lain. Dengan pengelolaan yang profesional, pemerintah ingin menghentikan praktik tersebut.

"Tadi Bapak Presiden memerintahkan untuk memantau terkait dengan sumur-sumur rakyat yang 45.000 itu harus dilakukan secara profesional, dan kemudian tidak boleh ada pelanggaran atau dijual ke tempat lain," kata Bahlil.

Pemerintah tampaknya serius mengejar target produksi minyak. Sumur tua dan sumur rakyat menjadi dua sasaran utama. Teknologi dan pengelolaan profesional diharapkan menjadi kunci untuk mencapai target itu. Tanpa keduanya, produksi minyak nasional kemungkinan besar akan terus menurun.

peningkatan produksi minyaksumur tuateknologi barusumur rakyatpengelolaan profesionaleksplorasi cekungan minyak

Komentar

Memuat komentar...