Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Gambar atau konten salah?
Pertamina mempercepat langkahnya untuk meningkatkan produksi minyak dan gas bumi nasional. Ini dilakukan demi memperkuat ketahanan energi Indonesia. Langkah ini juga sejalan dengan target pemerintah untuk mencapai produksi minyak sebanyak 1 juta barel per hari.
Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, menyatakan bahwa minyak dan gas masih memegang peranan penting dalam memenuhi kebutuhan energi nasional. Hal ini tetap berlaku meskipun saat ini sedang berlangsung transisi menuju energi yang lebih rendah karbon. Oleh karena itu, meningkatkan produksi dari lapangan yang sudah ada dan mengembangkan sumber daya baru menjadi prioritas utama bagi Pertamina.
"Kami menyadari betul bahwa kebutuhan migas masih sangat besar dan menjadi fondasi utama bagi ketahanan energi negara. Seluruh potensi, kemampuan, serta sumber daya yang kami miliki akan kami kerahkan sepenuhnya, agar sasaran produksi dapat tercapai dan terus tumbuh secara berkelanjutan demi menjamin pasokan energi yang andal bagi seluruh masyarakat," ujar Oki dalam keterangan tertulis pada Jumat, 18 September 2026.
Pernyataan ini disampaikan Oki saat menghadiri Simposium IATMI ke-18 di Hotel Mulia, Jakarta, pada Selasa, 15 September. Menurutnya, kebutuhan minyak dan gas bumi merupakan fondasi utama bagi ketahanan energi negara.
Berbagai strategi dilakukan untuk meningkatkan produksi. Mulai dari pengeboran pengembangan, pemeliharaan dan optimalisasi sumur, hingga peningkatan produktivitas lapangan yang sudah ada. Pertamina juga menerapkan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR). Selain itu, perusahaan terus mengeksplorasi dan mengembangkan sumber daya baru, baik dari cadangan konvensional maupun nonkonvensional. Semua ini dilakukan untuk menjaga keberlanjutan pasokan energi dalam jangka panjang.
Beberapa wilayah kerja strategis yang dikelola Pertamina menjadi bagian penting dalam upaya ini. Pengelolaan dilakukan secara bertahap. Contohnya, di Offshore North West Java (ONWJ) sejak 2009, West Pangkah Offshore (WPO) pada 2011, Banyu Urip pada 2016, Mahakam pada 2018, hingga Blok Rokan pada 2021.
Salah satu fokus utama Pertamina saat ini adalah mengoptimalkan potensi Blok Rokan. Wilayah kerja ini memiliki sejarah panjang produksi minyak dan gas. Secara historis, Blok Rokan telah menghasilkan sekitar 11 miliar barel minyak.
Oki mengatakan, Pertamina masih melihat potensi besar yang bisa dikembangkan dari Blok Rokan. Berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan produktivitas. Ini termasuk mengoptimalkan pengelolaan lapangan minyak berat, memenuhi kebutuhan listrik, menerapkan teknologi pengeboran pada lapisan berkualitas rendah, serta mengembangkan bahan kimia khusus untuk meningkatkan perolehan minyak.
"Kami menargetkan Produksi Blok Rokan meningkat signifikan melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan untuk mengoptimalkan potensi migas serta mempercepat investasi dan kegiatan operasional, untuk menjaga ketersediaan energi," pungkasnya.
Pertamina mengandalkan kombinasi antara optimalisasi lapangan lama dan eksplorasi sumber daya baru. Blok Rokan, dengan sejarah produksinya yang panjang, menjadi salah satu andalan utama. Target produksi 1 juta barel per hari masih menjadi acuan utama, dan perusahaan mengerahkan berbagai teknologi serta strategi untuk mencapainya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
Adik Prabowo Menang Lelang Blok Gas Natuna D-Alpha
Thailand Hidupkan Proyek Jalur Darat Rp 533 Triliun
Malaysia Naikkan Harga BBM Nonsubsidi Rp21.000 Per Liter
KSP Targetkan Satu Juta Jargas Rampung 2028
Berita Terbaru
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
Adik Prabowo Menang Lelang Blok Gas Natuna D-Alpha
Thailand Hidupkan Proyek Jalur Darat Rp 533 Triliun
Malaysia Naikkan Harga BBM Nonsubsidi Rp21.000 Per Liter
KSP Targetkan Satu Juta Jargas Rampung 2028
Pemerintah Lelang 8 Blok Migas Tahap II 2026
Indonesia Siap Produksi Bensin dari Batu Bara
Prabowo: Indonesia Siap Produksi Bensin dari Batu Bara