Kemacetan Parah di Jalan Dago Atas, Bandung, Karena Longsor
Gambar atau konten salah?
Di Bandung, lalu lintas di Jalan Ir H Djuanda, yang juga dikenal sebagai Jalan Dago Atas, terganggu oleh kemacetan parah. Jalan ini menjadi jalur penting bagi penduduk dan pengunjung, sehingga kemacetan ini berdampak luas. Jalan yang biasanya ramai pada akhir pekan kini amblas karena longsor di sisi tanah penahannya.
Longsor tersebut terjadi pada Jumat sore, 12 Juni 2026, tepat di arah menuju Dago Pakar. Panjangnya mencapai 12 meteran, menutup setengah jalan dan membuat pengendara terpaksa mencari jalur alternatif. Setelah terjadinya longsor, setengah jalan terbungkus tanah, memaksa kendaraan menyesuaikan jalur.
Ari, warga sekitar, mengatakan kejadian itu sudah terjadi sekitar lima hari yang lalu. Menurutnya, jalan tidak mampu menahan beban karena sering dilalui bus maupun kendaraan berat. "Kejadiannya udah lima harian. Soalnya banyak bus atau truk gede yang lewat ke atas," kata dia. Ari menilai kondisi ini berpotensi menimbulkan kecelakaan jika tidak segera diperbaiki.
Petugas segera menutup area longsoran dan berencana membangun tembok penahan untuk mencegah longsor susulan. Jalan yang amblas sudah dipasang pembatas berupa dinding beton ringan, bertujuan menahan tanah dan memudahkan pergerakan. Pembatas yang dipasang berupa dinding beton ringan, bertujuan menahan tanah dan memudahkan pergerakan.
Ari berharap pengerjaan segera selesai agar pengendara dan warga tidak lagi khawatir. Ia berharap perbaikan cepat karena kondisi menimbulkan risiko tinggi. Ia menegaskan bahwa perbaikan harus dilakukan secepatnya agar risiko bagi pengendara berkurang.
Kondisi ini menambah beban lalu lintas di Bandung, terutama di area yang sering dilalui kendaraan berat. Penanganan cepat dan aman menjadi prioritas bagi pihak berwenang. Pihak berwenang berjanji akan memantau kondisi secara berkala hingga selesai.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
