1 Dari 200 Pria Dunia Berketurunan Genghis Khan Khusus
Gambar atau konten salah?
Genghis Khan adalah salah satu tokoh paling berkesan dalam sejarah dunia. Lahir dari suku nomaden kecil di dekat Danau Baikal, Temüjin tumbuh menjadi pemimpin yang menyatukan Mongolia dan memerintah kekaisaran yang meluas dari ujung timur China hingga Laut Adriatik.
Selain keahlian politik dan militer, kehidupan pribadi Genghis Khan sering menjadi bahan perbincangan. Ada klaim bahwa 1 dari 200 orang di dunia adalah keturunan langsungnya, klaim ini didukung oleh sebuah penelitian genetika.
Studi inovatif ini dilakukan hampir 20 tahun yang lalu, pada 01 Januari 2003. Peneliti mengambil sampel DNA dari 16 populasi di seluruh Asia. Hasilnya mengejutkan: hampir 1 dari 12 pria di benua tersebut memiliki garis keturunan kromosom Y yang tidak biasa, yang diperkirakan berasal dari Genghis Khan. Dengan menggunakan logika, statistik, dan akal sehat, peneliti menyimpulkan bahwa sekitar 8 % pria di wilayah bekas kekaisaran Mongol, atau setara dengan 1 dari 200 di seluruh dunia, memiliki leluhur laki‑laki yang sama. Leluhur tersebut hampir pasti adalah Genghis Khan.
Secara resmi, Genghis Khan memiliki setidaknya sembilan anak—empat putra dan lima putri—dengan istri pertamanya, Börte. Angka sebenarnya bisa lebih tinggi, karena ia juga menikahi enam istri lagi sepanjang hidupnya: Yesugen, saudara perempuannya Yesui, Khulan, Möge Khatun (secara teknis selir), Juerbiesu, dan Ibaqa Beki.
Legenda mengatakan ia juga memiliki 500 selir, seringkali bangsawan dan putri dari suku atau wilayah yang ditaklukkan. Namun, kisah ini tidak dapat diverifikasi secara historis. Karena adat istiadat Mongol, Genghis Khan kemungkinan hanya mengakui keempat putranya dari Börte sebagai ahli waris sah, sementara identitas anak-anaknya yang lain, termasuk kelima putri yang dilahirkan Börte, hilang dari catatan sejarah.
David Morgan, sejarawan Mongolia yang sudah meninggal, mengatakan kepada The New York Times pada 01 Januari 2003 bahwa sangat masuk akal jika para Khan memiliki begitu banyak anak. Ia menambahkan, “Tushi, misalnya, putra sulung Genghis Khan yang bernama calipygian, tercatat memiliki 40 putra.”
“Cukup jelas apa yang mereka lakukan ketika mereka tidak berperang,” kata Morgan. (ask/fay)
Penelitian genetika dan catatan sejarah menunjukkan bahwa warisan Genghis Khan masih terasa hingga kini, baik dalam bentuk keturunan yang meluas maupun dalam narasi tentang kehidupan pribadi dan kebijakan keluarga yang masih diperdebatkan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ahli Bantah Gempa California dan Jepang Saling Terkait
Registrasi SIM Card Wajib Pindai Wajah Mulai Juli 2026
Operator Seluler Tunggu Aturan Turunan PP Tunas
Telkomsat Ubah Data Kapal Jadi Intelijen Bisnis
Pemerintah Uji Coba AI untuk Salurkan Bansos di Banyuwangi
Kakao Map Bocorkan Data Rahasia Korea Utara
Berita Terbaru
Rektor ITB Usulkan Mahasiswa Tahu Nilai UTBK Dulu Sebelum Daftar Kampus
Toyota Fortuner Pelat Merah Dilelang, Pajak Cuma Rp 1,8 Juta
Tecno Rilis EllaClaw, Agen AI yang Bisa Otomatiskan Tugas Ponsel
Ahli Bantah Gempa California dan Jepang Saling Terkait
Jepang Kembali Gagalkan Tim Eropa, Lolos ke 32 Besar Piala Dunia
Bali Siapkan 3 Kawasan Surga Pajak, Pajak 0% Ditawarkan
