11 Kabupaten Jatim Siaga Darurat Kekeringan

Iwan D. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
11 Kabupaten Jatim Siaga Darurat Kekeringan

Gambar atau konten salah?

Sebanyak 11 kabupaten di Jawa Timur sudah menyatakan status siaga darurat kekeringan. Namun, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur memastikan hingga saat ini belum menjalankan operasi modifikasi cuaca (OMC).

"Belum dilakukan OMC, belum dibutuhkan," ujar Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto saat dikonfirmasi pada Sabtu, 11 Juli 2026.

Gatot menjelaskan, OMC belum dilakukan karena di Jawa Timur masih terjadi hujan lokal. Nantinya, OMC akan difokuskan pada lahan pertanian yang kesulitan mendapatkan air bersih.

Selain itu, Gatot menyebut puncak musim kemarau 2026 diperkirakan terjadi pada bulan Agustus. "Puncaknya pada Agustus," tambahnya.

Berdasarkan data BPBD Jatim, 11 kabupaten yang telah menetapkan status siaga darurat kekeringan adalah Bondowoso, Lamongan, Banyuwangi, Lumajang, Bangkalan, Blitar, Pasuruan, Trenggalek, Gresik, Malang, dan Jember.

Sampai saat ini, enam kabupaten sudah melakukan distribusi air bersih ke wilayah yang mengalami kekeringan. Keenam wilayah itu adalah Bondowoso, Probolinggo, Bojonegoro, Pasuruan, Bangkalan, dan Jember. Total sebanyak 594 ribu liter air telah didistribusikan ke wilayah-wilayah tersebut.

Menurut data BPBD Jatim, pada tahun 2026 ini, kekeringan berpotensi melanda 29 kabupaten di seluruh Jawa Timur, dengan rincian 916 desa.

BPBD Jatim telah menyiapkan anggaran sebesar Rp612.071.550. Anggaran itu digunakan untuk menyiapkan logistik yang akan didistribusikan ke daerah-daerah yang membutuhkan.

Anggaran yang disiapkan BPBD Jatim untuk stok air bersih sebanyak 867 rit, dengan setiap rit berisi 5.000 liter. Kemudian, stok tandon sebanyak 50 buah, dan stok tandon lipat sebanyak 100 buah.

Dari data yang ada, terlihat bahwa kekeringan di Jawa Timur tahun ini cukup meluas, mencakup hampir setengah dari total kabupaten di provinsi tersebut. BPBD Jatim telah menyiapkan logistik dan anggaran untuk merespons situasi ini, meskipun operasi modifikasi cuaca belum dianggap perlu dilakukan karena masih adanya hujan lokal.

siaga darurat kekeringanBPBD Jawa Timuroperasi modifikasi cuacadistribusi air bersihmusim kemarau 2026

Komentar

Memuat komentar...