11 UMKM Resmi Masuk Metro Department Store
Gambar atau konten salah?
Sebanyak 11 produk dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) resmi menjalin kemitraan strategis dengan Metro Department Store. Produk-produk itu kini sudah bisa dibeli di gerai ritel tersebut.
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan, produk lokal yang masuk ke Metro Department Store sudah melalui proses kurasi yang ketat. Kualitasnya terjamin. "Kita menyaksikan penandatanganan MoU dari Kemendag dengan Metro dan juga dari 11 orang UMKM. Produk lokal kita sekarang bermitra dan berkolaborasi dengan Metro sehingga produknya sudah bisa diterima, artinya bisa dijual di Metro," kata Budi setelah acara Launching Perluasan Akses Pasar UMKM dengan Ritel Modern, Kamis, 09 Juli 2026.
Budi menjelaskan, pola kemitraan seperti ini terbukti jauh lebih efektif. Ia mencatat, saat ini beberapa gerai ritel modern sudah menyerap produk lokal hingga 80% dari total barang yang dipajang. Menurutnya, salah satu syarat utama agar produk UMKM bisa masuk ke ritel modern—termasuk Metro Department Store—adalah kualitas yang bagus. Kualitas menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan konsumen.
"Dengan diterima di Metro, berarti sebenarnya masyarakat sudah menilai bahwa produk tersebut standar atau kualitasnya sudah cukup bagus. Jadi syarat utama bagaimana bisa masuk di Metro atau ritel modern lainnya adalah kualitas itu yang paling utama," tambah Budi.
Presiden Komisaris Metro Department Store, Anita Ratnasari Tanjung, menyambut baik dukungan pemerintah untuk produk UMKM. Ia memastikan semua produk UMKM yang masuk ke Metro sudah melalui proses kurasi. "Tentunya di Metro, produk-produk UMKM yang ada sudah dikurasi terlebih dahulu. Ini merupakan langkah yang sangat baik sekali karena dilihat dari kualitasnya sudah sangat baik, kreativitasnya, serta inovasinya," ujarnya.
Anita menilai, produk UMKM saat ini sangat diminati konsumen. Hal itu tidak lepas dari kreativitas dan inovasi yang sesuai dengan pasar. Di Metro Department Store sendiri, hampir 60% produk yang dipasarkan berasal dari produk lokal. Angka itu diperkirakan akan terus bertambah.
Menurut Anita, keberhasilan UMKM tidak bisa dilepaskan dari dukungan pemerintah dan sinergi antarpihak. Ia yakin, dengan kolaborasi yang tepat, pelaku usaha lokal bisa meraih sukses bersama di tengah persaingan pasar yang ketat. "Jadi kami sangat menyambut baik apa yang telah diprogramkan oleh Bapak Budi Santoso sebagai menteri perdagangan. Ini adalah langkah yang luar biasa karena dengan masuknya lebih banyak lagi program-program dari UMKM ini, kita bisa berkolaborasi untuk sukses bersama. Karena memang kita tidak bisa sukses sendirian, kita sukses bersama," imbuhnya.
Kemitraan ini menunjukkan bagaimana ritel modern dan UMKM bisa saling menguntungkan. Pemerintah berperan sebagai fasilitator, sementara ritel menyediakan akses pasar. Kualitas produk menjadi kunci utama agar UMKM bisa bersaing di gerai-gerai besar. Dengan hampir 60% produk lokal di Metro, tren ini menunjukkan pergeseran ke arah yang lebih positif bagi produk dalam negeri.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
BEI Pertimbangkan Revisi Target IPO 50 Perusahaan di 2026
Anggaran Makan Bergizi Gratis Diprediksi Turun ke Rp174 Triliun
Potongan 8% Ojol Tak Dongkrak Pendapatan
Pelabuhan Patimban Mulai Layani Peti Kemas
Prabowo Resmi Luncurkan B50, Klaim Tak Impor Solar Lagi
Prabowo Resah Indonesia Bisa B50 Tapi Sulit ke Piala Dunia
Berita Terbaru
11 UMKM Resmi Masuk Metro Department Store
Penumpang Wanita 18 Tahun Diduga Lompat dari KMP Batumandi
Kebakaran TPA Jatiwaringin Mereda, Tersisa 1,5 Hektare
Tiga Tewas Akibat Ledakan Mortir Bekas TNI di Bandung Barat
Pensiunan Protes, Gembok Bank Digantungi Kerupuk
Polisi Olah TKP Kecelakaan McLaren Andra ST
Prancis vs Maroko, Perebutan Tiket Semifinal
