Pendaki Hilang di Gunung Dempo Ditemukan Selamat
Gambar atau konten salah?
Seorang pendaki muda bernama Yudha Saputra (20) dilaporkan tersesat saat mendaki Gunung Dempo di Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan. Ia terpisah dari rombongannya dan baru berhasil ditemukan serta dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada Kamis, 09 Juli 2026.
Yudha bersama empat rekannya, semuanya berasal dari Kota Palembang, memulai pendakian pada Rabu, 08 Juli 2026. Di tengah perjalanan, ia terpisah dari kelompok. Rekan-rekannya sudah berusaha mencari, tetapi Yudha tidak kunjung ditemukan.
Sekitar pukul 21.00 WIB, Yudha sempat menghubungi orang tuanya. Dalam percakapan itu, ia mengaku sedang sendirian dan kedinginan. Komunikasi kemudian terputus. Diduga baterai ponselnya habis. Sejak saat itu, keberadaannya tidak diketahui lagi.
Tim Balai Registrasi Gunung Api Dempo (Brigade) langsung bergerak setelah menerima laporan. Mereka melakukan pencarian dan penyisiran di lokasi terakhir Yudha terlihat bersama rombongan.
"Alhamdulillah, pendaki Gunung Dempo atas nama Yudha Saputra, asal Palembang, yang melakukan pendakian pada 8 Juli 2026, telah berhasil ditemukan oleh Tim Brigade dalam keadaan selamat," kata Ketua Brigade, Dian Saputra, pada Jumat, 10 Juli 2026.
Yudha ditemukan di jalur Rimau. Jalur itu sudah tidak lagi dibuka untuk pendakian dan hanya digunakan sebagai jalur evakuasi. Diduga, Yudha tersesat setelah mengikuti suara yang ia kira berasal dari teman-temannya.
"Diduga, Yudha mengikuti suara yang dikiranya berasal dari teman-temannya. Namun, suara tersebut justru membawanya semakin jauh dari jalur pendakian, hingga akhirnya tersesat di kawasan puncak Gunung Dempo," ujar Dian.
Sekretaris Brigade, Desta Endruru, mengatakan saat ditemukan, Yudha dalam kondisi lemas. Tim relawan harus menandunya untuk membawanya turun.
"Terima kasih kepada seluruh Tim Brigade, relawan, serta semua pihak yang telah terlibat dalam proses pencarian hingga Yudha berhasil ditemukan dengan selamat," kata Desta.
Ia mengimbau para pendaki untuk selalu berhati-hati, mengutamakan keselamatan, dan berkoordinasi dengan rekan satu tim. "Semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi seluruh pendaki agar selalu mengutamakan keselamatan, mempersiapkan perlengkapan dengan baik, menjaga komunikasi dan tidak memisahkan diri dari rombongan selama berada di jalur pendakian," ujarnya.
Kejadian ini menunjukkan betapa mudahnya seorang pendaki tersesat di gunung, terutama jika mengandalkan suara sebagai penunjuk arah. Jalur pendakian yang sudah tidak aktif pun bisa menjadi lokasi yang membingungkan. Persiapan matang dan komunikasi yang baik antar anggota tim adalah hal yang tidak bisa ditawar.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
BPBD Jambi Siap Tambah Armada Udara Antisipasi Karhutla
Video Perundungan Pelajar SMP di Lubuklinggau Viral
Satu Helikopter Damkar Sumsel Ditarik ke Tangerang
Kebakaran Hutan 2 Hektare di OKI Padam Setelah Dua Hari
Pemuda Tenggelam di Danau Terlarang Palembang
Harga Emas Antam Naik Rp 17.000 per Gram, Jadi Rp 2.650.000
Berita Terbaru
Pendaftaran TKA 2026 Dimajukan, Dimulai 27 Juli
Silpa Rp 712 M DPRD Bali Diminta Dievaluasi
Prabowo Resmikan 5 Bendungan, Dua di Aceh Habiskan Rp5 Triliun
Jibom Brimob Musnahkan Bom Pesawat di Blitar
BMKG: Puncak Kemarau Juli-Agustus, Waspada ISPA
Menu Favorit Haaland Saat Pulang Kampung
Prambanan Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Religi Kelas Dunia
Suhu Dieng Capai -6 Derajat, Tanaman Membeku
Emosi Jalan, Sopir Calya Rusak Mobil MINI Rp50 Juta
