1.470 Buruh Garmen Terancam PHK, Kemenperin Buka Suara

Teguh A. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
1.470 Buruh Garmen Terancam PHK, Kemenperin Buka Suara

Gambar atau konten salah?

Kementerian Perindustrian akhirnya angkat bicara mengenai rencana pemutusan hubungan kerja yang mengancam sekitar 1.500 buruh di dua pabrik garmen di Jawa Tengah. Dua perusahaan yang dimaksud adalah PT Victory Apparel yang berlokasi di Kota Semarang dan PT Samwon di Kabupaten Jepara.

Victory Apparel disebut-sebut berada dalam tekanan finansial yang semakin memburuk. Sementara itu, Samwon memilih menutup unit bisnisnya di Jepara. Direktur Industri Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki Kemenperin, Rizky Aditya Wijaya, mengungkapkan bahwa penyebab utama dari kondisi ini adalah menurunnya jumlah pesanan ekspor dari para pelanggan bisnis.

Kedua perusahaan ini beroperasi di dalam kawasan berikat. Artinya, seluruh hasil produksi mereka memang diperuntukkan bagi pasar luar negeri. Setelah tim Kemenperin melakukan kunjungan langsung ke lapangan, mereka memastikan bahwa masalah utamanya adalah sepinya pesanan dari bisnis ke bisnis.

"Dua perusahaan tersebut adalah perusahaan yang berada di kawasan berikat yang produksinya itu diperuntukkan bagi pasar ekspor. Dan yang kedua setelah kami melakukan kunjungan lapangan langsung, kita konfirmasi ke lapangan masalah yang terjadi adalah masalah pesanan B2B ke perusahaan tersebut yang cenderung menurun," kata Rizky dalam konferensi pers di kantor Kemenperin, Jakarta, pada Kamis 30 Juli 2026.

Menurut Rizky, keputusan yang diambil oleh pihak perusahaan murni didasari oleh faktor internal. Tidak ada kaitannya dengan isu banjir produk impor yang belakangan ramai diperbincangkan. Sebagai langkah tindak lanjut, Kemenperin berencana mendorong agar para pekerja yang terkena PHK bisa terserap kembali oleh perusahaan-perusahaan baru yang tengah berinvestasi di Jawa Tengah.

Rizky menambahkan bahwa sepanjang tahun 2026, masih banyak investasi baru yang masuk ke sektor garmen dan alas kaki di provinsi tersebut. Dengan begitu, kebutuhan akan tenaga kerja diperkirakan tetap tinggi.

"Di 2026 ini masih banyak investasi baru baik di sektor garmen maupun alas kaki itu yang masuk ke wilayah Jawa Tengah. Jadi artinya tenaga kerja yang di PHK itu akan kami upayakan dapat langsung terserap oleh perusahaan-perusahaan baru yang berdiri di area sekitar," tuturnya.

Sebelumnya, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) yang juga menjabat sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, melaporkan bahwa Victory Apparel berpotensi melakukan PHK terhadap sekitar 800 pekerja. Perusahaan ini diketahui didukung oleh investor asal China.

Sementara itu, PT Samwon di Kabupaten Jepara yang merupakan perusahaan dengan investor asal Korea Selatan dikabarkan berencana melakukan PHK terhadap sekitar 670 pekerja. Informasi ini masih bersifat awal dan akan terus didalami.

"PT Victory Apparel di Kota Semarang yang diperkirakan berdampak pada sekitar 800 pekerja, serta PT Samwon di Jepara yang berencana melakukan PHK terhadap sekitar 670 pekerja. Informasi ini masih bersifat awal dan akan kami dalami lebih lanjut di lapangan," kata Said Iqbal dalam keterangan tertulis pada Kamis 23 Juli 2026.

Dari data yang ada, total ancaman PHK di dua perusahaan ini mencapai sekitar 1.470 orang. Pemerintah melalui Kemenperin berupaya agar para buruh yang terkena dampak tidak terlalu lama menganggur, mengingat masih ada investasi baru yang membutuhkan tenaga kerja di sekitar lokasi pabrik lama.

PHKgarmenJawa Tengahpesanan eksporKemenperininvestasi baru

Komentar

Memuat komentar...