1.580 Kasus Campak Sumatera Selatan, Imunisasi Rendah

Maya K. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 108 dibaca
Bisik.id
1.580 Kasus Campak Sumatera Selatan, Imunisasi Rendah

Gambar atau konten salah?

Sumatera Selatan mencatat lonjakan kasus campak pada tahun 2026, dengan total 1.580 temuan. Kota Palembang menjadi pusat penyebaran, menampung 800 kasus, di mana 400 di antaranya terkonfirmasi positif.

Selain Palembang, wilayah Musi Rawas dan Prabumulih juga melaporkan kasus positif, meski jumlahnya masih di bawah 50.

Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, Trisnawarman, menegaskan bahwa lonjakan ini merupakan dampak jangka panjang dari rendahnya capaian imunisasi saat pandemi COVID‑19 pada tahun 2021.

Ia mengingatkan bahwa pada masa pandemi, cakupan imunisasi campak menurun karena banyak orang tua enggan membawa anak ke fasilitas kesehatan. “Pada saat pandemi COVID‑19 kemarin, cakupan imunisasi campak kita memang menurun karena banyak orang tua yang enggan keluar rumah untuk membawa anaknya ke fasilitas kesehatan,” ujarnya pada Kamis, 16 April 2026.

Trisnawarman menjelaskan target imunisasi seharusnya mencapai 95‑100 persen, namun pada periode tersebut hanya terealisasi sekitar 70‑80 persen. Hal ini menciptakan celah imunitas yang kini meningkat dalam siklus lima tahunan.

Ia menegaskan bahwa risiko penularan campak melalui droplet tidak hanya menargetkan anak-anak, tetapi juga kelompok rentan seperti ibu hamil dan lansia.

“Yang kita khawatirkan adalah penularan pada bayi, balita, ibu hamil, hingga usia lansia karena campak ini bisa menyerang orang dewasa dengan risiko yang lebih parah jika belum imunisasi,” tambahnya.

Untuk menanggulangi situasi, Dinkes kini menggencarkan program imunisasi kejar dan pemberian booster. Program ini bertujuan memutus rantai penyebaran yang diprediksi masih akan berjalan bertahap di berbagai kabupaten dan kota.

Trisnawarman menutup dengan pernyataan bahwa efeknya baru terasa di lima tahun berikutnya. “Efeknya baru terasa di lima tahun berikutnya, tepatnya di tahun 2026 ini banyak yang akhirnya terkena campak karena adanya kekosongan imunisasi di masa lalu,” pungkasnya.

Dengan data yang jelas, pemerintah Sumsel menegaskan pentingnya upaya imunisasi berkelanjutan. Upaya ini diharapkan dapat menutup celah kekebalan yang terbuka selama pandemi, sehingga risiko campak dapat diminimalkan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Sumatera SelatancampakPalembangimunisasiCOVID‑19dropletbooster

Komentar

Memuat komentar...